Kades di Lumajang Jadi Korban Pengeroyokan, Diserang Sekitar 10 Orang

Kepala Desa Pakel di Lumajang menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 10 orang di rumahnya hingga mengalami luka dan harus dirawat.

16 Apr 2026 - 11:00
Kades di Lumajang Jadi Korban Pengeroyokan, Diserang Sekitar 10 Orang
Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Lumajang, Sampurno,menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 10 orang di kediamannya. (Foto: beritasatu.com)

LUMAJANG, SJP – Seorang kepala desa di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 10 orang di kediamannya pada Rabu (15/4/2026). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala dan bahu hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Korban diketahui bernama Sampurno, yang menjabat sebagai Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit. Peristiwa ini sempat menggegerkan warga karena terjadi secara tiba-tiba di lingkungan permukiman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat sekitar 10 orang datang ke rumah korban menggunakan dua mobil. Saat itu, korban sedang menerima tamu. Namun tanpa alasan yang jelas, rombongan tersebut diduga langsung melakukan penyerangan.

Korban tidak hanya dipukul, tetapi juga diserang menggunakan senjata tajam jenis celurit. Akibatnya, ia mengalami luka cukup serius dan langsung dilarikan ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis.

Dugaan sementara, peristiwa pengeroyokan ini dipicu kesalahpahaman antara korban dan salah satu terduga pelaku. Beberapa hari sebelum kejadian, keduanya disebut sempat terlibat perselisihan dalam sebuah acara pengajian.

Korban menduga aksi tersebut terjadi karena emosi sesaat dari pelaku.

“Mungkin khilaf, mungkin marah dengan saya. Bisa jadi hanya salah paham saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang, Pras Ardinata, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terkait motif kejadian tersebut.

“Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB di kediaman korban. Awalnya korban menerima tamu, lalu datang dua mobil, sempat terjadi cekcok hingga berujung penganiayaan. Untuk motif masih kami dalami,” katanya.

Polisi telah mengantongi identitas para terduga pelaku dan saat ini masih melakukan pengejaran. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, korban kini telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow