Sampang Diselimuti Kabut Debu Vulkanik, BPBD: Terlalu Jauh dari Semeru

Pada Selasa (15/4/2025) tengah malam, Kabupaten Sampang tiba-tiba diselimuti kabut tebal disertai debu berbau belerang

17 Apr 2025 - 13:01
Sampang Diselimuti Kabut Debu Vulkanik, BPBD: Terlalu Jauh dari Semeru
Kalaksa BPBD Sampang, Candra Rhomadani Amin saat ditemui di ruang kerjanya. (Foto: Fadil/SJP)

SAMPANG, SJP - Kabut tebal bercampur debu yang diduga debu vulkanik erupsi Gunung Semeru menyelimuti sebagian wilayah kabupaten Sampang pada Selasa (15/4/2025) tengah malam.

Menurut laporan pengendara motor dari arah Pamekasan, Jefri Al Kamil, kabut mulai terlihat di sepanjang Jalan Samsul Arifin, Kecamatan Sampang.

"Tadi berangkat ke Pamekasan tidak ada kabut. Arah balik Sampang sekitar pukul 23.00 WIB ada kabut di Jalan Samsul Arifin hingga ke Desa Aengsareh. Baunya mirip belerang. Kalau di Pangarengan tidak ada," tutur Jefri, Rabu (16/4/2025).

Sementara menurut warga Dusun Glisgis, Kelurahan Dalpenang, Mulyadi juga merasakan dampak kabut vulkanik yang cukup tebal di depan kantor kelurahan hingga menuju kawasan tengah kota.

"Ya Allah, kabut apa ini sampai lengket semua. Sangat tebal. Pengendara motor harus menggunakan masker,” keluhnya.

Fenomena kabut vulkanik yang terjadi membuat kondisi udara di beberapa wilayah di Sampang kurang sehat. Khususnya bagi pengendara dan pejalan kaki. Warga berhati-hati saat berkendara karena jarak pandang terganggu oleh kabut tebal itu .

Diketahui, gunung Semeru mengalami erupsi pada Selasa (15/4/2025) pukul 09.18 WIB dengan kolom abu tebal setinggi 1.000 ke arah barat daya. Dari situs resmi BMKG, diketahui arah angin berhembus ringan menuju utara mengarah ke Madura.

Sementara informasi dari Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Candra Ramadhani Amin menyampaikan, pada Rabu (15/4/2025) malam memang ada video yang beredar tentang kabut.

"Cuma saya sebelum video direkam, saya lihat memang ada kabut, tapi tidak merasakan ada debu," terangnya, Kamis (17/4/2025).

Ditambahkannya, Gunung semeru memang mengeluarkan abu vulkanik. Tetapi jika vulkanik itu lari ke arah sampang, pihaknya belum mengetahui.

"Karena yang diperingatkan malah arah tenggara Semeru," ucapnya.

"Abu vulkanik bisa menyembur pada wilayah sekitar jarak delapan kilometer. Sedangkan jarak Semeru ke Sampang, itu jauh. Dan arahnya ke tenggara. Yaitu ke wilayah Malang dan Lumajang," sambungnya.

Sebelumnya, Gunung Semeru berada pada status level II (waspada). Warga diimbau untuk tidak beraktivitas di radius 8 kilometer dari puncak gunung. 

Catatan Aktivitas Gunung Semeru

Pada 8 April 2025, Gunung Semeru mengalami erupsi sebanyak 3 kali saat pagi hari dan menyemburkan abu vulkanik setinggi 600 meter.

Pada 10 April 2025, Gunung Semeru mengalami erupsi sebanyak 5 kali dengan kolom abu setinggi 800 meter.

Pada 15 April 2025, Gunung Semeru mengalami erupsi sebanyak 3 kali dengan menyemburkan abu vulkanik sejauh 1.000 meter.

Pada 16 April 2025, Gunung Semeru kembali erupsi pada sore hari dengan menyemburkan abu setinggi 1.300 meter.

Gunung Semeru berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Puncak Gunung Semeru disebut Mahameru. Gunung Semeru merupakan salah satu dari lebih dari 100 gunung berapi aktif di Indonesia. Erupsi dapat disebabkan oleh faktor eksternal seperti curah hujan tinggi. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow