Jenazah Bayi yang Ditemukan di Sungai Brantas Tulungagung Dimakamkan, Polisi Kejar Pelaku
Jenazah "Thole Suro" bayi laki-laki yang ditemukan tewas mengambang di sungai Brantas, desa Pinggirsari, kecamatan Ngantru, Tulungagung, pada Jumat (27/6) lalu dimakamkan pada Senin (30/6). Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mencari orang tua kandung korban.
TULUNGAGUNG, SJP - Suasana haru mengiringi pemakaman jenazah seorang bayi malang yang ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Brantas, tepatnya di wilayah Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.
Bayi tak berdosa itu akhirnya dimakamkan pada Senin siang (30/6/2025) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, setelah sebelumnya menjalani proses autopsi di RSUD dr. Iskak.
Penemuan jasad bayi yang mengambang di sungai pada Jumat petang (28/6/2025) mengejutkan warga setempat. Sang bayi ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tersangkut di bantaran sungai. Warga segera melapor kepada pihak kepolisian, yang langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi jasad tersebut.
“Hari ini kami dari Polsek Ngantru bersama pemerintah Desa Pinggirsari melaksanakan pemakaman bayi yang ditemukan tersangkut di bantaran Sungai Brantas pada tanggal 27 Juni 2024 sekira pukul 18.00 WIB. Bayi tersebut diamankan oleh warga desa dan langsung kami tangani,” jelas Kanit Intel Polsek Ngantru, Aiptu Eko Suprayitno.
Setelah proses autopsi selesai, jenazah dimakamkan sesuai syariat islam. Proses pemakaman dilakukan oleh warga desa Pinggirsari, dengan didampingi pihak kepolisian dan petugas Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) RSUD dr Iskak Tulungagung.
“Karena menurut syariat harus ada namanya, maka tadi sama pak modin kami sepakat memberi nama 'Thole Suro' sebagai identitas di pusaranya,” lanjutnya.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, dihadiri oleh aparat kepolisian, petugas medis, pemerintah desa, serta warga yang turut mendoakan kepergian sang bayi. Keputusan dimakamkan di TPU Desa Pinggirsari diambil karena lokasi penemuan masih berada dalam wilayah administratif desa tersebut.
“Dimakamkan di TPU Pinggirsari karena wilayah ditemukannya bayi tersebut ada di Desa Pinggirsari,” tambah Aiptu Eko.
Dari hasil autopsi terungkap, bayi tersebut kemungkinan mengalami tindak kekerasan sebelum akhirnya meninggal dunia akibat tenggelam. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa bayi tersebut sengaja dibuang.
Kini, penyelidikan terus dilakukan oleh pihak kepolisian guna mengungkap siapa pelaku yang tega membuang bayi tidak berdosa tersebut.
Aiptu Eko menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk sejumlah bidan yang bertugas di wilayah desa dekat aliran sungai Brantas.
“Kami sudah melaksanakan penyelidikan. Saat ini kami tengah berkoordinasi dengan tim kesehatan dari beberapa desa yang berada di sepanjang aliran Sungai Brantas, seperti wilayah timur Srikaton, Pucunglor dan Pakel, serta wilayah selatan sungai seperti Bukur, Bangoan, dan Sambirobyong,” ujarnya.
Koordinasi dilakukan terutama dengan para bidan desa, guna mendata para ibu hamil maupun wanita yang baru melahirkan namun tidak diketahui keberadaan bayinya.
“Kami ingin mendeteksi kemungkinan adanya ibu yang baru melahirkan, tapi bayinya tidak ada. Ini menjadi salah satu langkah penting dalam pengungkapan kasus ini,” tandasnya.
Sementara itu, di atas pusara kecil yang kini menjadi rumah terakhir ‘Thole Suro’, masyarakat hanya bisa berdoa. Harapan mereka sama, semoga orang tua biologis segera terungkap, dan pelaku pembuangan mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

