Jelang Akhir Pemulangan Haji, Tiga Jemaah Masih Hilang Termasuk dari Embarkasi Surabaya
Tiga hari jelang pemulangan haji berakhir, tiga jemaah Indonesia masih hilang, termasuk Sukardi asal Malang daei kloter 79 embarkasi Surabaya, yang diduga tersesat akibat demensia.
SURABAYA, SJP - Proses pemulangan jemaah haji Indonesia tinggal menyisakan tiga hari lagi. Sesuai jadwal Kementerian Agama (Kemenag), pemulangan terakhir akan dilakukan pada Jumat, 11 Juli 2025 dini hari waktu Arab Saudi.
Namun hingga Rabu (9/7/2025), masih ada tiga jemaah yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Salah satunya berasal dari Jawa Timur.
Salah Satunya dari Embarkasi Surabaya
Adalah Sukardi, jemaah asal Malang yang tergabung dalam kloter SUB-79 Embarkasi Surabaya. Ia termasuk satu dari tiga jemaah haji yang hingga kini masih dalam pencarian intensif oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Dua jemaah lainnya adalah Nurimah Mentajim dari kloter PLM-19 (Embarkasi Palembang), dan Hasbullah dari BDJ-07 (Embarkasi Banjarmasin).
"Sedang kita cari ya. Setiap tahun selalu ada yang hilang. Bahkan ada yang masuk rumah sakit tahun lalu, sekarang masih di sana (Arab Saudi)," ungkap Menteri Agama Nasaruddin Umar saat dikonfirmasi oleh pihak media, Selasa (8/7/2025) kemarin.
Ketiga jemaah tersebut dilaporkan memiliki riwayat demensia, yang memperbesar risiko disorientasi dan tersesat selama rangkaian ibadah haji. Dua di antaranya hilang sebelum puncak haji (masa Armuzna: Arafah, Muzdalifah, Mina), sementara satu hilang sesudahnya.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Kolonel Laut Harun Arrasyid, memastikan pencarian tetap berlangsung hingga ketiganya ditemukan.
"Kami menyisir hotel tempat mereka menginap, berkoordinasi dengan syarikah, Konsultan Haji di Jeddah, serta KJRI," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Muh. Asadul Anam, menegaskan komitmen pihaknya dalam memberikan layanan terbaik hingga akhir fase pemulangan.
"Kami terus memberikan pendampingan, baik kepada jemaah yang masih dalam perjalanan maupun kepada keluarga mereka di Tanah Air hingga bisa dipertemukan kembali, termasuk kasus-kasus khusus," ujar Asadul Anam.
Sebagaimana diketahui, hingga awal Juli, lebih dari 88 persen jemaah Debarkasi Surabaya telah dipulangkan dari Arab Saudi. Dari total 36.815 jemaah, sebanyak sekitar 32.230 orang telah tiba di Tanah Air. Proses pemulangan dijadwalkan rampung pada 11 Juli, dengan kloter terakhir yaitu Kloter 97 tiba di Bandara Juanda pada Jumat sore.
Sebagai informasi, satu kasus khusus lainnya dari Debarkasi Surabaya adalah Tristy Erlinwati, jemaah asal Lumajang dari kloter 83 yang masih berada di Makkah karena baru melahirkan bayi prematur. Ia menjadi satu dari sedikit jemaah yang belum bisa dipulangkan bersama kloternya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

