Jelang 24 Tahun, Kota Batu Waktunya Meneguhkan Kembali Arah Pembangunan yang Berkarakter

Para tokoh Pokja dan pemerintah sepakat bahwa menjelang hari kelahirannya, Kota Batu perlu memperkuat kolaborasi lintas generasi antara masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha agar arah pembangunan kota tetap konsisten dengan semangat pendirian.

14 Oct 2025 - 19:50
Jelang 24 Tahun, Kota Batu Waktunya Meneguhkan Kembali Arah Pembangunan yang Berkarakter
Andrek saat memberikan pemaparan di forum refleksi (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Memasuki 24 Tahun berdirinya Kota Batu, Forum refleksi yang dihadiri oleh para tokoh pendiri memberikan dorongan semangat baru agar seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk meneguhkan kembali konsep dasar pembangunan yang berpijak pada karakter dan kearifan lokal.

Salah satu tokoh pendiri, Andrek pada Selasa (14/10/2025) menegaskan bahwa semangat awal pendirian Kota Batu dibangun di atas konsep “Batu Kota Bernuansa Desa” dimana didalam kota yang maju namun tetap menonjolkan harmoni dengan alam dan kehidupan masyarakatnya.

“Kita ingin mengingatkan kembali ruh itu. Batu berdiri bukan untuk menjadi kota beton, tapi kota yang tumbuh dengan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian,” ujarnya.

Menurutnya, refleksi ini bukan bentuk kritik, melainkan upaya mengajak semua pihak menatap masa depan Batu dengan arah yang lebih terarah dan berkelanjutan. Ia berharap, semangat perjuangan masa lalu dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan ke depan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, mengingat Batu merupakan hulu Sungai Brantas yang menjadi sumber kehidupan bagi 17 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

"Dulu kami datang ke pusat membawa konsep yang sederhana, realistis, dan berpihak pada masyarakat. Itu yang membuat pemerintah percaya Batu layak menjadi kota mandiri. Semangat itu perlu kita hidupkan lagi. Menjaga Batu berarti menjaga kehidupan banyak orang,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman menyambut baik masukan dan semangat yang disampaikan para tokoh pendiri. Ia menyebut refleksi seperempat abad ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pembangunan yang berbasis budaya, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita semua berhutang budi kepada para pendahulu. Dari perjuangan merekalah Batu bisa berdiri tegak seperti sekarang. Karena itu, tugas kita adalah menjaga warisan itu dengan pembangunan yang bijak dan berkarakter,” paparnya 

Ia menegaskan, Pemkot Batu berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. “Inovasi tetap berjalan, tapi akar budaya dan nilai lokal tidak boleh hilang. Itulah ciri khas Batu yang harus kita pertahankan,” pungkasnya. (Adv)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow