Jasad Bayi Laki-Laki di Depan Pintu Panti Asuhan Tulungagung Diduga Dibuang

Bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dan ditemukan tanpa mengenakan pakaian. Tali pusarnya juga tampak putus tidak normal dan diduga ditarik secara paksa.

28 Nov 2025 - 22:13
Jasad Bayi Laki-Laki di Depan Pintu Panti Asuhan Tulungagung Diduga Dibuang
Polisi lakukan olah TKP kasus penemuan jasad bayi di depan pintu panti asuhan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol, digegerkan temuan jasad bayi laki-laki yang diduga sengaja dibuang di depan pintu bangunan Panti Asuhan Hikmatul Hayat 2, Jumat (28/11/2025). Saat ditemukan, kondisi bayi sudah meninggal dunia dan sebagian tubuhnya dikerubuti semut.

Penemuan itu bermula ketika beberapa anak yang sedang bermain melihat sebuah benda mencurigakan di depan pintu kantor panti asuhan yang masih dalam tahap pembangunan.

Awalnya, mereka mengira benda tersebut adalah boneka. Namun setelah didekati, mereka mendapati tubuh bayi yang sudah tidak bernyawa dan langsung melaporkannya kepada orang tua.

Kapolsek Sumbergempol, Iptu Moh. Anshori, membenarkan bahwa laporan penemuan bayi masuk pada siang hari setelah salat Jumat. Ia menjelaskan bahwa anak-anak yang menemukan jasad bayi tersebut sempat terkejut karena kondisi tubuh sudah dipenuhi semut.

“Sekitar jam 12 atau habis salat Jumat ada anak kecil yang menemukan, awalnya dikira boneka di depan Panti Asuhan Hikmatul Hayat 2. Setelah dicek, ternyata sudah dikerubuti semut,” jelas Anshori.

Anshori menambahkan, bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dan ditemukan tanpa mengenakan pakaian. Tali pusarnya juga tampak putus tidak normal dan diduga ditarik secara paksa.

“Setelah orang tua anak itu memeriksa, ternyata seorang bayi laki-laki. Kondisi tali pusar kelihatan seperti ditarik atau diputus secara paksa. Saat ditemukan, bayi sudah dalam keadaan meninggal,” ujarnya.

Bayi itu diletakkan di atas keset di depan pintu bangunan panti asuhan yang belum beroperasi dan belum berpenghuni.

“Bangunan itu adalah Panti Asuhan Hikmatul Hayat 2 yang dikelola MWC NU Sumbergempol. Saat ini belum ada penghuni dan belum beroperasi,” kata Anshori.

Pemeriksaan awal oleh Tim Inafis dan tenaga kesehatan menunjukkan bahwa bayi tersebut memiliki panjang sekitar 45–48 sentimeter dan termasuk bayi cukup umur.

Bidan Desa Tambakrejo, Ernivoca, yang turut memeriksa kondisi bayi, membenarkan bahwa bayi tersebut tampak cukup bulan saat dilahirkan.

“Bayi ini sebenarnya sudah cukup umur, bukan prematur. Tapi dari berat badannya terlihat kecil, mungkin di bawah 2,5 kilogram,” jelas Ernivoca.

Saat ditemukan, tubuh bayi sudah dalam kondisi kaku namun secara fisik masih tampak segar. Meski begitu, bidan tidak dapat memastikan berapa lama bayi sudah meninggal.

“Posisi bayinya tadi kaku, tetapi masih terlihat segar. Namun untuk perkiraan berapa jam kematiannya atau apakah saat diletakkan masih hidup, itu kewenangan forensik,” tegasnya.

Terkait kemungkinan identitas ibu bayi, Ernivoca memastikan bahwa seluruh ibu hamil di wilayah tersebut telah terdata dan dipantau oleh tenaga kesehatan.

“Semua ibu hamil di sini sudah terdata dan rutin kami kunjungi. Kalau dari warga sini, insyaallah aman. Tapi kalau ada yang menyembunyikan kehamilan, kami juga tidak bisa memastikan,” ungkapnya.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian serta mencari petunjuk lain, jasad bayi langsung dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr. Iskak Tulungagung. Polisi kini melakukan penyelidikan lanjutan, termasuk meminta keterangan sejumlah saksi dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow