Banjir Kembali Rendam SMP PGRI Kasiyan Jember, Siswa Terpaksa Diliburkan
Hujan deras sejak dini hari menyebabkan banjir kembali merendam SMP PGRI Kasiyan di Kecamatan Puger, Jember. Aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara setelah air dari irigasi persawahan menggenangi ruang kelas dan kantor guru.
JEMBER, SJP – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, sejak Sabtu dini hari (31/1/2026) pukul 00.00 WIB hingga 03.30 WIB, menyebabkan banjir di Jalan Kencong, Desa Kasiyan Timur. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar di SMP PGRI Kasiyan terpaksa dihentikan sementara karena gedung sekolah terendam air.
Kepala SMP PGRI Kasiyan, Nur Akhmad, mengungkapkan, sekolahnya memang kerap menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Menurutnya, penyebab utama genangan air bukan semata faktor cuaca, melainkan meluapnya saluran irigasi di sekitar area sekolah.
“Memang SMP PGRI Kasiyan ini selalu menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Penyebabnya berasal dari aliran irigasi di sekitar sekolah yang terhubung dengan area persawahan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026).
Ia menjelaskan, banjir kali ini cukup parah karena air dari persawahan meluap dan menggenangi seluruh area sekolah, termasuk ruang kelas dan kantor guru.
“Aliran air dari sawah masuk ke lingkungan sekolah. Banjir paling parah yang pernah terjadi bahkan mencapai ketinggian dua meter dan merendam ruang kelas, kantor, serta ruangan lainnya,” katanya.
Nur Akhmad menambahkan, pada peristiwa banjir kali ini ketinggian air sempat mencapai setinggi paha orang dewasa. Hingga pagi hari, genangan masih setinggi lutut sehingga kegiatan belajar mengajar tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.
“Semalam air setinggi paha, dan sampai pagi ini masih selutut. Karena kondisi belum kondusif, siswa terpaksa kami liburkan,” tambahnya.
Banjir tersebut tidak hanya mengganggu kalender akademik, tetapi juga berdampak pada kerusakan fasilitas sekolah. Sepanjang awal Januari 2026, pihak sekolah tercatat telah tiga kali meliburkan siswa demi keselamatan.
“Di awal tahun 2026 ini saja, sudah tiga kali kami meliburkan siswa akibat banjir. Sejumlah fasilitas penunjang sekolah juga mengalami kerusakan karena terendam air,” paparnya.
Terkait kondisi tersebut, pihak sekolah mengaku telah berulang kali berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mencari solusi atas persoalan irigasi persawahan yang menjadi sumber banjir. Namun hingga kini, belum ada penanganan konkret.
“Kami sudah beberapa kali berkoordinasi dengan pihak desa, namun sampai sekarang belum ada tindakan pasti terkait perbaikan irigasi di area persawahan sekitar sekolah,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

