Jalur Pacet-Cangar Masih Tertutup Material Longsor, Tunggu Hasil Evaluasi untuk Dibersihkan

Penundaan pembersihan material longsor yang menutup jalan tersebut bukan tanpa alasan. Ada beberapa pertimbangan sebelum melakukan pembersihan jalur.

04 Apr 2025 - 18:36
Jalur Pacet-Cangar Masih Tertutup Material Longsor, Tunggu Hasil Evaluasi untuk Dibersihkan
Petugas gabungan sedang membersihkan ranting pohon yang terseret material longsor di jalur Pacet-Cangar. (Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJP - Masyarakat diminta untuk bersabar karena belum bisa melewati jalur Cangar saat melakukan perjalanan dari Mojokerto menuju Kota Batu atau sebaliknya. 

Sebab, meski tim gabungan telah melakukan evakuasi korban longsor, hingga kini belum bisa dilakukan pembersihan jalur yang menutup jalan alternatif Mojokerto ke Kota Batu itu. 

Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto menerangkan, ada beberapa pertimbangan sebelum melakukan pembersihan jalur tersebut. 

Mulai dari faktor cuaca, potensi pohon tumbang, hingga potensi longsor susulan. Sehingga butuh keterlibatan berbagai pihak dan ahli untuk meminimalisir risiko dan penanganan yang tepat. 

Pihaknya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan instansi terkait akan menggelar rapat koordinasi (rakor) sekaligus evaluasi perihal penanganan yang harus dilakukan. 

"Kita bahas bagaimana kontur tanahnya. Aliran sungai di atas apakah potensi berdampak apa tidak. Mempengaruhi tanah di bawahnya apa tidak. Kondisi pohon dan beberapa hal yang perlu dievakuasi termasuk evaluasi cuaca dari BMKG," kata AKBP Ihram, Jumat (4/4/2025). 

Menurutnya, hal terpenting adalah aspek kemanusiaan. Artinya, keselamatan pengguna jalan dan keselamatan petugas yang bertugas membersihkan material longsor. 

Pihaknya tidak ingin kasus serupa terulang kembali, apalagi sampai menelan korban jiwa. "Ya, yang terpenting meniadakan korban jiwa selanjutnya," tandasnya. 

Hingga kini, penyebab utama terjadinya longsor yang merenggut 10 nyawa sekaligus itu belum bisa dipastikan. 

Meski di atas tebing memang ada aliran sungai, belum bisa ditarik kesimpulan soal pemicu utama disebabkan aliran tersebut. 

"Belum bisa dipastikan. Memang di atas ada aliran sungai. Tapi kita evaluasi dulu," kata Kepala UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Ahmad Wahyudi, Jumat (4/4/2025). 

Pihaknya memastikan, pembersihan jalur pascalongsor menunggu hasil evaluasi. Menurutnya, lokasi longsor merupakan salah satu medan curam. Selain itu, kontur tanah juga labil. 

Karena itu, kajian dan evaluasi harus dilakukan. Sebab, medan curam dan kontur tanah yang labil berpotensi membahayakan petugas yang melakukan evakuasi pembersihan. 

"Evaluasi hari ini kita harapkan selesai. Nanti hasilnya kita informasikan ke Dinas PUPR dan pihak-pihak terkait," ujarnya. 

Saat ini jalan aspal di lokasi longsor masih tertutup lumpur, bebatuan, hingga pohon yang terseret. Panjang jalan yang tertimbun sekitar 50 meter. (*) 

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow