Jalan Hasanudin Bersiap Jadi Titik Proyek Terbesar DPUPR Kota Batu
Dengan dimulainya proyek preservasi, kawasan Simpang Patih yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan utama di Kota Batu diharapkan memiliki kapasitas jalan yang lebih baik sekaligus menjadi wajah baru gerbang masuk kota wisata tersebut.
KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu memastikan proyek preservasi jalan di kawasan Simpang Empat Patih akan mulai dikerjakan pada akhir Juni 2026. Menjelang dimulainya pekerjaan fisik, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu terus mempercepat proses sterilisasi lahan di sejumlah titik yang terdampak proyek.
Kepala DPUPR Kota Batu, Esty Dwiastuti pada Sabtu (30/5/2026) mengatakan proses penertiban berjalan lancar karena warga menunjukkan sikap kooperatif selama tahapan sosialisasi dan pendekatan yang dilakukan pemerintah.
“Pada prinsipnya pendekatan kami ini sifatnya persuasif kepada warga. Alhamdulillah mereka dengan senang hati dan keikhlasan menyerahkan aset tanah pemerintah ini,” ujarnya.
Menurutnya, kelancaran proses pengosongan tidak terlepas dari masa sosialisasi yang telah dilakukan hampir dua bulan terakhir. Rentang waktu tersebut memberi kesempatan kepada para penyewa maupun penghuni untuk menyiapkan relokasi dan memindahkan aset yang dimiliki.
Berdasarkan pendataan terakhir, sejumlah penyewa yang masih menempati bangunan di lokasi proyek, termasuk tempat praktik dokter gigi, telah menyatakan kesediaannya untuk mengosongkan lokasi paling lambat akhir Mei 2026.
DPUPR menargetkan seluruh proses pembersihan lahan dapat rampung dalam beberapa pekan ke depan sehingga tidak menghambat jadwal pelaksanaan proyek yang telah ditetapkan.
"Proyek tersebut tidak hanya mencakup pelebaran jalan di kawasan Simpang Empat Patih menuju Jalan Trunojoyo, tetapi juga pembenahan total Jalan Hasanudin yang selama ini menjadi titik rawan kerusakan," imbuhnya.
Esty menjelaskan, Jalan Hasanudin hampir setiap tahun mengalami kerusakan berupa bleeding atau keluarnya aspal ke permukaan akibat tingginya beban kendaraan bertonase besar yang melintas.
Karena itu, pemerintah memutuskan membongkar seluruh lapisan aspal lama dan menggantinya dengan konstruksi beton semen atau rigid pavement.
“Jalan Hasanudin akan dibangun menggunakan rigid beton sebagai solusi jangka panjang. Harapannya jalan tidak lagi mudah bergelombang dan biaya pemeliharaan rutin bisa ditekan,” tegasnya.
Pekerjaan tersebut diproyeksikan berlangsung selama 150 hari kalender hingga Desember 2026. Sebagai tahap awal, DPUPR telah memasang sejumlah banner pemberitahuan proyek di sekitar lokasi agar masyarakat mulai mengetahui adanya aktivitas pembangunan besar dalam waktu dekat.
Namun demikian, penggunaan konstruksi beton di Jalan Hasanudin akan berdampak pada arus lalu lintas karena proses pengerjaan mengharuskan penutupan jalan secara penuh.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Pemkot Batu saat ini tengah menyusun skema rekayasa lalu lintas bersama Satlantas Polres Batu dan Dinas Perhubungan Kota Batu.
“Begitu pengerjaan rigid beton dimulai, kami akan mengumumkan skema pengalihan arus lalu lintas melalui berbagai media agar masyarakat bisa menyiapkan jalur alternatif,” tandasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

