Isu Pungli Rekrutmen Pegawai RSUD Temayang Menguat, Dinkes Bojonegoro Tegaskan Tak Pernah Buka Lowongan
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro secara tegas membantah adanya proses rekrutmen pegawai di RSUD Temayang.
BOJONEGORO, SJP – Isu dugaan praktik jual beli kursi rekrutmen pegawai di RSUD Temayang, Kabupaten Bojonegoro, kian menyita perhatian publik. Rumah sakit tipe C yang baru beroperasi pada penghujung 2025 itu disebut-sebut menjadi sasaran oknum tak bertanggung jawab yang menjanjikan kelulusan kerja dengan imbalan uang.
Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro secara tegas membantah adanya proses rekrutmen pegawai di RSUD Temayang. Kepala Dinkes Bojonegoro, Ninik Susmiati, memastikan isu tersebut tidak memiliki dasar kebijakan maupun administratif.
“Tidak ada rekrutmen pegawai di RSUD Temayang,” ujar Ninik saat dikonfirmasi suarajatimpost.com, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, seluruh kebutuhan tenaga kesehatan dan tenaga teknis medis RSUD Temayang dipenuhi melalui mekanisme penugasan ASN dari puskesmas serta rumah sakit daerah lain di bawah naungan Pemkab Bojonegoro. Skema tersebut dilakukan untuk mempercepat operasional rumah sakit baru tanpa membuka formasi baru.
“Nakes dan tenaga teknis lainnya tidak boleh non-ASN. Jadi semuanya kami ambil dari ASN puskesmas dan RSUD,” jelasnya.
Sementara untuk tenaga non-medis seperti cleaning service dan satuan pengamanan, Dinkes menyebut pengelolaannya dilakukan melalui pihak ketiga atau sistem outsourcing, bukan rekrutmen langsung oleh rumah sakit.
Dinkes Bojonegoro mengimbau masyarakat agar waspada terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan RSUD Temayang atau Dinkes dengan dalih membuka lowongan kerja. Jika ditemukan indikasi permintaan uang, masyarakat diminta segera melapor.
“Kalau ada yang mengaku bisa memasukkan kerja dan meminta uang, itu dipastikan tidak benar,” tegas Ninik. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

