Info Semeru: Erupsi Pagi Ini Tak Ubah Status dan Rekomendasi
Gunung Semeru kembali erupsi pada Minggu pagi, 18 Januari 2026. PVMBG memastikan aktivitas masih rutin, tanpa perubahan status maupun rekomendasi bagi warga lereng.
LUMAJANG, SJP - Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Sabtu pagi, 18 Januari 2026, sekitar pukul 05.07 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Tinggi kolom abu teramati sekitar 600 m di atas puncak.
Berdasarkan laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas tersebut masih tergolong erupsi rutin dan tidak diikuti perubahan status gunung.
PVMBG menyatakan kolom abu hasil erupsi tidak mengarah ke kawasan permukiman warga di lereng Semeru. Hingga saat ini, tidak ada laporan gangguan aktivitas masyarakat akibat erupsi tersebut, dan rekomendasi keselamatan masih sama seperti sebelumnya.
PVMBG meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Selain itu, PVMBG melarang aktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
PVMBG masih menekankan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengimbau warga tetap mematuhi batas aman yang telah ditetapkan, khususnya di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Pemantauan aktivitas gunung api terus dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi potensi perubahan kondisi. (**)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

