Dari Pengajian ke Dangdut: Cerita setelah Acara yang Viral di Medsos
Video hiburan dangdut yang muncul setelah pengajian viral di media sosial. Panitia memberi klarifikasi dan menjelaskan kronologi acara sebenarnya.
BANYUWANGI, SJP -Sebuah video berdurasi 24 detik mendadak membuat sebuah acara keagamaan yang berlangsung berjam-jam menjadi bahan perbincangan warganet. Video itu menampilkan hiburan musik dangdut di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, yang disebut-sebut berkaitan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Padahal, menurut panitia, saat kamera merekam goyangan di atas panggung, acara inti sebenarnya sudah lama ditutup. Doa telah dipanjatkan, ceramah telah disimak, dan para tokoh agama serta tamu undangan pun sudah pulang ke rumah masing-masing.
Yang tersisa di lokasi hanyalah panitia—orang-orang yang belum sempat istirahat karena masih harus membereskan kursi, membersihkan panggung, dan memastikan acara benar-benar selesai. Di sela-sela kegiatan bersih-bersih itulah, hiburan musik dangdut diputar sebagai pelepas lelah.
Sayangnya, kamera tidak merekam sesi doa, ceramah, atau penutupan acara. Ia hanya merekam bagian yang paling mudah viral: musik, joget, dan suasana santai. Akibatnya, publik pun menyimpulkan acara keagamaan bercampur dengan hiburan, meski konteks lengkapnya tidak ikut terbawa.
Situasi ini membuat panitia harus menjelaskan sesuatu yang, bagi mereka, sebenarnya sudah selesai sejak lampu panggung dimatikan. Polisi memanggil panitia untuk klarifikasi, dan Ketua Panitia Isra Mikraj Desa Parangharjo, Muhammad Hadiyanto, menjelaskan bahwa hiburan tersebut tidak masuk dalam rangkaian pengajian.
“Tokoh agama dan tamu undangan sudah pulang,” ujarnya.
Dangdut, kata dia, hanya untuk menemani panitia yang masih bekerja membersihkan lokasi.
Dari sini, satu pelajaran kecil muncul: di era media sosial, sebuah acara bisa selesai di dunia nyata, tetapi baru dimulai di dunia digital. Niat menghibur diri sendiri bisa berubah menjadi konsumsi publik, lengkap dengan berbagai tafsir.
Menyadari dampak video tersebut, panitia pun mendatangi Polsek Songgon untuk meluruskan informasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf. Mereka mengakui tak menyangka momen santai setelah acara justru menjadi perhatian banyak orang.
“Kami mohon maaf apabila hal ini menimbulkan kegaduhan dan ketidaknyamanan,” pungkas Hadiyanto. (**)
Sumber: beritasatu.com
Editor: Danu
What's Your Reaction?

