ICCF 2025 Kota Batu Tegaskan Arah Pembangunan Berbasis Gastronomi dan Ekonomi Rakyat

Momentum ICCF 2025 menjadi penanda bahwa transformasi Kota Batu menuju kota gastronomi bukan sekadar ambisi, tetapi perjalanan yang sudah dimulai dari akar. Kota ini tidak hanya menampilkan festival, melainkan juga menunjukkan bagaimana kreativitas dapat menjadi fondasi ekonomi yang tumbuh dari rakyat dan untuk rakyat.

08 Nov 2025 - 18:01
ICCF 2025 Kota Batu Tegaskan Arah Pembangunan Berbasis Gastronomi dan Ekonomi Rakyat
Peserta City Agro Kreatif saat tour di Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Pelaksanaan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 di Kota Batu tidak sekadar menjadi ajang pamer gagasan kreatif, tetapi juga momentum penting untuk menegaskan arah pembangunan berbasis gastronomi dan ekonomi rakyat.

Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Tubagus Fiki C. Satari pada Sabtu (8/11/205) menguraikan, dalam kegiatan City Agro Kreatif Tour, Kota Batu menampilkan bagaimana kekuatan budaya agraris, sistem koperasi, dan inovasi kuliner lokal berpadu membentuk ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

"Para peserta diajak menyusuri kawasan pertanian rakyat, industri olahan pangan, hingga pasar tradisional seluruhnya menggambarkan keterhubungan antara petani, produsen, pelaku UMKM, dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang hidup," urainya.

Terlebih menurutnya Kota Batu yang selama ini dikenal sebagai kota wisata, memperlihatkan wajah lain: kota yang tumbuh dari kerja kolektif komunitas, koperasi, dan pengrajin kuliner.

Dari kebun apel hingga sentra tempe, dari dapur produksi hingga pasar Among Tani, setiap ruang menjadi bukti bahwa kreativitas warga menjadi dasar ketahanan ekonomi daerah.

Ia juga menyebut bahwa apa yang ditunjukkan Kota Batu adalah bentuk konkret dari konsep Community Power yang selama ini digaungkan ICCN. Ia menilai, Batu telah memiliki modal kuat untuk melangkah menuju pengakuan sebagai Kota Gastronomi Dunia.

“Yang ditunjukkan Kota Batu bukan seremonial, tapi praktik nyata. Kota ini sudah menjalankan prinsip-prinsip gastronomi berbasis komunitas dan keberlanjutan. Pengakuan internasional hanyalah bonus dari proses panjang yang sudah berjalan di lapangan,” imbuhnya.

ia juga menegaskan bahwa kekuatan utama Kota Batu ada pada kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, pelaku ekonomi kreatif, koperasi, dan komunitas lokal berjalan dengan arah yang sama membangun kesejahteraan masyarakat dari tanah dan budaya yang mereka jaga. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow