Ibu yang Ditolong Purnomo Disebut Pernah Menolak Bantuan Pemkab Pasuruan
Ibu Jumaiyah mengaku kesulitan membiayai pengobatan dua anaknya yang mengalami gangguan jiwa
PASURUAN, SJP — Seorang ibu bernama Jumaiyah asal Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan mendatangi pemilik akun @purnomobelajarbaik. Dia menceritakan bahwa dirinya memiliki dua orang anak yang mengalami gangguan jiwa.
Video itu pun viral di platform TikTok. Purnomo, pengunggah video itu menyampaikan bahwa Jumaiyah adalah seorang janda yang kesulitan membiayai pengobatan anaknya. Purnomo meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan membantu.
“Sementara satu anaknya saya rawat dulu sampai stabil. Sedang yang satunya, mudah-mudahan Pemerintah Daerah Pasuruan berkenan juga dibantu, kasihan,” ucap Purnomo dalam video berdurasi 2 menit 11 detik itu.
Terpisah, Kepala Desa Wonokerto, Sugiono, membenarkan bahwa Jumaiyah merupakan warganya. Dua anaknya yakni Ainur Rofiq dan M. Hidayat mengalami gangguan jiwa sejak lama. Namun untuk menangani kedua anak itu, Sugiono mengaku mengalami kendala.
Kendala itu ternyata bukan datang dari pihak lain, melainkan dari pihak Jumaiyah sendiri. Sebab, pihak Jumaiyah menolak anaknya dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ). Jumaiyah disebut lebih memilih pengobatan alternatif secara tradisional.
"Hingga kini masih menemui kendala. Meskipun Dinas Sosial telah menyarankan agar dilakukan pengobatan di RSJ, pihak keluarga masih memilih pengobatan alternatif," ucapnya, Kamis (17/4/2025).
Sugiono menjelaskan, pada 14 Maret 2025, pemerintah setempat telah mengunjungi Jumaiyah. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan datang beserta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).
Bahkan, anak pertamanya yang mengalami gangguan jiwa pernah dibantu mendapatkan perawatan dan pengobatan di RSJ Lawang. Namun pihak keluarga membawa pulang. Alasannya, karena takut kecanduan obat-obatan yang diberikan oleh pihak RSJ.
Tidak hanya itu, Sugiono mengaku terus melakukan pendampingan agar Jumaiyah mau anaknya dirawat di RSJ Lawang untuk mendapatkan penanganan. Bahkan Jumaiyah pernah diberi pekerjaan agar bisa beraktivitas sambil menunggu anaknya dirawat.
"Kami dari pemerintah desa tidak berhenti membujuk sang ibu untuk mau anaknya dirujuk ke RSJ Lawang. Namun pihak keluarga menolak dan lebih menginginkan pengobatan alternatif dan tradisional,” jelas Sugiono. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

