Ibu Tiga Anak di Blitar Sulap Ruang Tamu Jadi "Pabrik" Parcel, Orderan Melejit
Seorang ibu rumah tangga sekaligus ibu bhayangkari di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar menyulap ruang tamu rumahnya menjadi pabrik parcel. Pasalnya, saat Ramadan kali ini ia mendapat orderan mencapai ratusan pcs.
BLITAR, SJP - Ramadan membawa berkah tersendiri bagi Dian Kristina (48) warga Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.
Ibu rumah tangga yang juga anggota Bhayangkari dengan tiga orang anak ini kebanjiran pesanan parcel Lebaran hingga diproyeksikan menembus ribuan unit.
Sejak awal Ramadan 2026, ruang tamu rumahnya berubah menjadi tempat produksi sekaligus penyimpanan parcel. Tumpukan bingkisan berisi sembako, kue kering, hingga perlengkapan makan tertata rapi, siap dikirim ke pelanggan dari berbagai daerah.
"Alhamdulillah minggu pertama Ramadan sudah lebih dari 250 pesanan masuk. Biasanya mendekati lebaran makin ramai," ujarnya saat ditemui, Rabu (4/3/2026).
Usaha parcel musiman ini baru digeluti Dian sekitar tiga tahun terakhir. Awalnya sekedar membantu tetangga yang meminta dibuatkan bingkisan. Hasilnya diunggah ke media sosial, tak disangka responsnya positif dan pesanan pun mulai berdatangan.
Kini, pelanggan tak hanya dari Blitar, tetapi juga Surabaya dan Tulungagung. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, total pesanan selama Ramadan hingga Idul Fitri bisa mencapai 1.000 hingga 1.500 pcs parcel.
Dian menyediakan berbagai pilihan harga, mulai Rp85 ribu hingga Rp350 ribu. Untuk paket premium, nominalnya menyesuaikan permintaan dan anggaran dari pelanggan.
"Isinya bisa sembako, makanan ringan, atau barang pecah belah seperti cangkir dan piring. Saya juga menerima custom sesuai keinginan pembeli," ujarnya.
Menariknya, seluruh pesanan diracik sendiri bersama anak-anaknya. Ia belum merekrut karyawan meski jumlah order terus meningkat setiap tahun.
Kesibukan itu tak membuat Dian kewalahan, ia mengaku justru menikmati proses kreatif menghias parcel agar tampil menarik dan bernilai jual tinggi.
Sebelum fokus sebagai ibu rumah tangga, Dian pernah berkarier di Perbankan selama kurang lebih satu dekade.
Namun setelah menikah dengan anggota Polri dan mengikuti perpindahan tugas suami, ia memilih berhenti bekerja dan mengurus keluarga.
Kini, ketika anak-anaknya mulai beranjak dewasa, semangat berwirausaha kembali tumbuh. Ia bahkan berencana membuka layanan parcel tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga untuk momen lain seperti hajatan, ulang tahun, dan perayaan khusus.
"Kalau memungkinkan, ke depan ingin buka setiap hari, tidak musiman lagi. Lumayan untuk tambahan kebutuhan rumah tangga," pungkasnya.
Dengan kreativitas dan ketekunan, Dian membuktikan peluang usaha bisa tumbuh dari rumah. Momentum Ramadan pun menjadi ladang rezeki yang terus berkembang dari tahun ke tahun. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

