Hipertensi dan Diabetes Jadi Fokus Dinas Kesehatan Kota Batu, Ancam Banyak Warga Lansia

Dengan upaya promotif dan preventif, Pemkot Batu menargetkan warganya tidak hanya lebih sehat secara fisik, tetapi juga lebih tanggap terhadap ancaman penyakit yang bisa dicegah sejak awal terlebih pada Hipertensi dan Diabetes.

23 Oct 2025 - 21:04
Hipertensi dan Diabetes Jadi Fokus Dinas Kesehatan Kota Batu, Ancam Banyak Warga Lansia
Wali Kota Batu Nurochman saat melakukan sosialisasi bahaya Hipertensi dan Diabetes (ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Kesehatan terus menyoroti ancaman serius dua penyakit tidak menular yang kini banyak menyerang masyarakat, terutama kelompok lansia, yakni hipertensi dan diabetes melitus.

Kedua penyakit ini dinilai menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kasus komplikasi berat seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal.

Wali Kota Batu Nurochman pada Kamis (23/10/2025) menegaskan bahwa, peningkatan layanan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.

“Pemerintah harus hadir, mendengar, dan memberi solusi nyata. Kami ingin masyarakat bisa benar-benar merasakan layanan kesehatan, termasuk di desa-desa,” tegas pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.

Terlebih sebelumnya Pemkot Batu memang fokus memperkuat sektor kesehatan dengan menambah tenaga medis, memperbaiki fasilitas dasar, serta memperluas jangkauan pelayanan hingga tingkat desa.

Langkah konkret tersebut mulai tampak sejak Agustus lalu, di mana pemerintah menambah dokter di sejumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama. Sebanyak 193 posyandu di 24 desa dan kelurahan mendapat tambahan alat kesehatan senilai Rp2 miliar, didukung 24 bidan, 21 perawat, 2 nutrisionis, dan 17 dokter puskesmas dengan total anggaran Rp1,6 miliar.

"Selain itu, 32 kader kesehatan baru juga disiapkan untuk memperkuat pelayanan di desa agar warga tak perlu jauh-jauh ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. Apalagi banyak penderita tidak menyadari dirinya sakit karena penyakit ini sering datang tanpa gejala awal,” jelas imbuhnya.

Untuk itu, Dinkes kini memperluas skrining rutin di puskesmas dan posyandu agar deteksi dini bisa dilakukan secara masif. Selain pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula, masyarakat juga diajak aktif menjaga pola hidup sehat melalui program edukasi dan sosialisasi langsung ke lapangan.

Ditambah program jemput bola seperti sosialisasi dan pemeriksaan gratis yang telah menyentuh seluruh 24 desa dan kelurahan di Kota Batu diharapkan mampu menekan laju penyakit tidak menular sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan sejak dini.

"Pemerintah sudah menyiapkan fasilitas dan tenaga medis, tapi kuncinya ada di kesadaran masyarakat. Mulai dari menjaga pola makan, rutin bergerak, sampai rajin memeriksakan kesehatan secara berkala,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow