Hidup dalam Keterbatasan, Lansia Sebatang Kara di Nganjuk Butuh Perhatian
Meski termasuk dalam DTKS, lansia ini ternyata hanya mendapatkan bantuan listrik dari pemerintah.
NGANJUK, SJP - Sumarni, seorang lansia berusia 69 tahun, beralamat lingkungan Bulurejo, Kelurahan Warujayeng, RT 1, RW 4 yang hidup sebatang kara di sebuah rumah sederhana, luput dari perhatian bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah.
Kondisi Sumarni saat ini, tetap bertahan hidup dalam keterbatasan ekonomi. Dalam kesendiriannya, lansia kurang mampu ini juga tidak mau bergantung kepada orang lain.
Saat ditemui Suarajatimpost, Sumarni, yang diketahui tinggal di rumah yang hampir roboh, beberapa kali didatangi oleh pihak RW.
Menurut Ketua RW 4, Wudodo saat ditemui di rumah Sumarni mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga dan didampingi Aktivis Peduli Sesama, M.Ridwan, kemudian mendatangi dan melihat kondisi Sumarni.
“Kondisinya sudah sangat tua dan lemah, tetapi selama ini tidak mendapatkan program bantuan, bahkan yang lain merasakan, tapi kalau Mbah Sumarni tidak tersentuh,” ujar Ketua RW yang juga menjabat ketua paguyuban RT dan RW lingkungan Bulurejo, Rabu (12/2/2025) sore pukull 17.00 WIB
Kisah Ibu Sumarni ini menarik perhatian berbagai pihak, terutama Aktivis Peduli Sesama, M Ridwan. Pria yang karib disapa Mbah Gondrong ini, mendesak agar pemerintah lebih memperhatikan keberadaan lansia yang tidak tersentuh bantuan.
“Banyak lansia yang hidup sebatang kara tanpa mendapat bantuan yang semestinya mereka terima, baik itu bantuan pangan, kesehatan, atau dukungan sosial,” katanya.
Sementara itu, Sumarni mengaku jika selama ini dirinya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Padahal, saat ini kondisinya sudah tidak mampu bekerja lagi.
"Kulo mpun mboten kiat kerjo maleh pak, pun mboten kiat, ngeh kulo alhamdulillah menawi angsal bantuan, (Saya tidak kuat bekerja lagi, tapi kalau dapat bantuan saya terima kasih)," ucap nenek yang hidup sebatang kara ini.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kelurahan Warujayeng Suparno mengatakan, jika lansia sebatang kara itu sudah mendapatkan bantuan dan namanya masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
"Meniko pak Kus datanya Bu Sumarni, (Ini datanya Bu Sumarni) sudah masuk di DTKS," kata Suparno, melalui WhatsAppnya, Jumat (14/2/2025).
Disinggung bantuan yang didapat sesuai KK dan KTP, ternyata bantuan yang diterima oleh Sumarni berupa listrik. Hal itu membuat Suparno kaget, karena di DTKS yang dia terima berupa bantuan listrik
"Ngeh mas, mangke kulo usulkan di Baznas Nganjuk, Ngapunten ngeh (Ya mas, nanti kita usulkan di Baznas," ucap Suparno.
Kini, Sumarni telah mendapatkan perhatian dari beberapa lembaga sosial yang bergerak untuk membantu lansia dan warga yang terlupakan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

