HET Elpiji 3 Kg Naik Jadi Rp 18 Ribu, Ini Tanggapan Ibu Rumah Tangga dan Pedagang di Bondowoso

Untuk kenaikan HET ini, ternyata Provinsi Jawa Timur menjadi wilayah terakhir di Pulau Jawa yang menaikkan harga elpiji 3 Kg.

14 Jan 2025 - 19:45
HET Elpiji 3 Kg Naik Jadi Rp 18 Ribu, Ini Tanggapan Ibu Rumah Tangga dan Pedagang di Bondowoso
Tabung gas elpiji 3 Kg di salah satu distributor di Bondowoso (Foto : Riziqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Berdasarkan surat edaran (SE) Pj Gubernur Jawa Timur bernomor 100.3.3.1/801/KPTS/013/2024, dipastikan pada tanggal 15 Januari 2025 besok, harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 Kg, naik dari Rp 16 ribu menjadi Rp 18 ribu.

Naiknya harga gas elpiji untuk masyarakat kurang mampu ini, ditanggapi beragam oleh masyarakat di Kabupaten Bondowoso. Khususnya para kaum hawa, ibu rumah tangga sampai pedagang.

Salah seorang ibu rumah tangga, Arifah Budiana, warga Dusun Bunder Desa Pancoran Kecamatan Bondowoso mengaku jika kenaikan harga elpiji sudah diantisipasi sejak dini.

“Selama ini saya belinya seharaga Rp 18 ribu per tabung. Kalau besok naik, paling ecerannya di kisaran Rp 20 ribu. Mau tidak mau tetap kami beli, karena itu kan kebutuhan untuk masak sehari-hari,” ucapnya pasrah, pada Selasa (14/1/2025).

Selain itu, kenaikan harga gas elpiji yang sering digunakan oleh pelaku UMKM ini, juga akan berdampak pada kenaikan harga jual makanan dan produk UMKM yang ada di Bumi Ki Ronggo.

Hal itu dibenarkan oleh seorang pedagang kaki lima yang berjualan di seputar Alun-alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo. Sebut saja Ibu Naira, yang berencana akan menaikkan harga dagangannya jika gas elpiji naik.

“Awalnya kami beli Rp 17 ribu per tabung. Kalau nantinya naik, bukan tidak mungkin kami nanti akan menaikkan harga seporsi nasi pecel yang kami jual sehari-hari,” ungkapnya.

Hal itu dilakukan karena jika ada kenaikan harga gas elpiji, ditakutkan juga akan mempengaruhi kenaikan harga sembako lainnya, seperti telur, beras, minyak, gula dan kebutuhan lainnya.

“Cabai saja sudah naik. Paling tidak nanti jualan kami, akan dinaikan 10 persen. Karena, ini dilema bagi kami. Jika tidak dinaikkan, kami rugi. Sebaliknya, jika terlalu besar kenaikannya, pelanggan akan lari,” terang wanita berhijab ini.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian, Pemkab Bondowoso, Agung Nurhidayat, membenarkan SE tersebut. Bahkan, pihaknya sengaja untuk memberikan informasi tersebut secara mendadak, agar tidak terjadi penimbunan dan panic buying.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pengusaha dan distributor gas elpiji dan telah sepakat akan disosialisasikan pada kios-kios hingga tingkat pengecer,” ucapnya saat ditemui di kantornya. 

Ia menjelaskan untuk stok kuota gas melon di Bondowoso pada tahun 2024 kuota sekitar 18.000 Metrik Ton (MT), dengan kebutuhan bulanan rata-rata sekitar 1.500 MT per bulan.

“Dipastikan antara kebutuhan dan stok di Kabupaten Bondowoso masih sangat aman,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow