Harga LPG 3 Kg Naik , Ini Reaksi Pedagang Warung Makanan di Kota Malang

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah resmi mengumumkan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram

14 Jan 2025 - 20:40
Harga LPG 3 Kg Naik , Ini Reaksi Pedagang Warung Makanan di Kota Malang
Tahu telor dan lalapan pak agus di cengger ayam (Foto: Farhan/SJP)

KOTA MALANG, SJP - Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah resmi mengumumkan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram. Kenaikan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor: 100.3.3.1/801/KPTS/013/2024, yang dirilis pada (24/12/24).

Kepala DPC Hiswana Migas Malang, Ahmad Basori, menjelaskan bahwa rencana kenaikan harga ini telah disosialisasikan oleh Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur, Afftabuddin RZ.

"Kenaikan HET LPG 3 kg ditetapkan sebesar Rp 18.000 per tabung, sesuai dengan keputusan yang berlaku," ujar Basori, Senin (13/1/2025). 

Ia menambahkan bahwa masyarakat diimbau untuk membeli LPG di pangkalan resmi agar harga yang didapatkan sesuai dengan HET yang telah ditentukan.

Pemerintah memastikan bahwa kenaikan harga ini akan mulai diberlakukan besok pada (15/1/2025). Penyesuaian harga ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan ketepatan distribusi LPG 3 kg, sekaligus menjaga pasokan yang memadai bagi masyarakat.

Agus, seorang pedagang tahu telor dan lalapan di Lowokwaru, Malang, menyatakan akan menghitung ulang harga jual makanannya jika kenaikan HET LPG mulai berlaku.

"Saya belum dengar kabar tentang kenaikan harga elpiji. Kalau benar naik, tentu akan berdampak pada usaha saya, kalau memang harga elpiji naik, saya harus mempertimbangkan ulang harga menu saya. Tapi, saya tetap berusaha agar pelanggan tidak merasa keberatan," ujarnya ketika ditemui di warungnya pada Selasa (14/1/2025).

Agus juga menambahkan bahwa informasi yang jelas dan mudah diakses sangat penting, terutama bagi pedagang kecil seperti dirinya.

"Kami butuh sosialisasi yang sampai langsung ke pedagang kecil. Jangan sampai nanti kami kaget saat harga sudah naik," tambahnya.

Agus berharap kenaikan ini tidak berujung pada kelangkaan barang, sehingga ia masih bisa mendapatkan LPG dengan mudah untuk kebutuhan usahanya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow