Hasil Uji Lab Soto Ayam MBG di Mojokerto Keluar Pekan Depan

Hasil uji laboratorium dari sampel soto ayam yang diambil oleh oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto paling cepat bisa dikeluarkan pada hari Rabu (14/1/2026) pekan depan.

11 Jan 2026 - 11:49
Hasil Uji Lab Soto Ayam MBG di Mojokerto Keluar Pekan Depan
Santri korban keracunan saat dirawat di Puskesmas Gondang. (Ist/SJP)

MOJOKERTO, SJP — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto tengah berpacu dengan waktu untuk mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan massal yang menimpa sejumlah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Fokus kini tertuju pada hasil uji laboratorium terhadap spesimen makanan soto ayam yang menjadi menu utama sebelum gejala klinis muncul pada para korban.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini, menegaskan, pihaknya telah mengamankan sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk diuji. 

Langkah ini diambil guna memastikan apakah terdapat kontaminasi bakteri atau zat berbahaya dalam menu soto ayam tersebut.

Hasil uji laboratorium dari sampel soto ayam yang diambil oleh oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto paling cepat bisa dikeluarkan pada hari Rabu (14/1/2026) pekan depan. 

"Untuk hasil uji laboratorium, paling cepat baru bisa kami keluarkan pada hari Rabu mendatang. Sampel yang kami ambil berasal dari soto ayam yang diberikan kepada anak-anak, sesuai dengan prosedur pengambilan sampel rutin di SPPG," ujar Dyan, Ahad (11/1/2026).

Hingga saat ini, dinkes telah memetakan persebaran korban di beberapa fasilitas kesehatan. 

Meski penanganan dipusatkan di pondok pesantren untuk efisiensi koordinasi, sejumlah pasien dengan kondisi sedang hingga berat telah dievakuasi ke puskesmas dan rumah sakit daerah.

Data terkini menunjukkan pasien tersebar di RSUD dr. Soekandar untuk pasien yang membutuhkan penanganan medis intensif atau lanjutan, selanjutnya di Puskesmas Pacet, Puskesmas Gondang, dan Puskesmas Kutorejo. 

Sementara untuk perawatan observasi berada di Posko Kesehatan Ponpes Al Hidayah dan An-Nur. Sebagai pusat penanganan awal dan penyaringan kondisi pasien.

Dyan meminta seluruh warga yang mengalami gejala klinis serupa, seperti mual, muntah, demam, hingga diare, dapat langsung mengakses layanan kesehatan di rumah sakit tanpa dipungut biaya. 

"Kami menjamin seluruh biaya penanganan medis bagi masyarakat yang dicurigai terdampak. Fokus kami adalah stabilitas kondisi klinis pasien," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow