Harga Gabah Naik, Ini Harapan Pengusaha Beras di Jombang

Pengusaha beras respon positif kenaikan harga gabah, namun pihaknya juga berharap ada kenaikan HET beras.

05 Mar 2025 - 20:44
Harga Gabah Naik, Ini Harapan Pengusaha Beras di Jombang
Ketua Perpadi Jawa Timur, Hendra Tan saat memberi keterangan kepada wartawan di Jombang. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP - Pengusaha beras memiliki harapan ada kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, jika pemerintah menaikkan harga pembelian gabah petani. Jika ada kenaikan harga gabah kering hingga Rp 500, maka sewajarnya harga beras naik Rp 1.000.

Harapan tersebut disampaikan pengusaha beras, Hendra Tan selaku anggota Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Jombang saat menanggapi kebijakan pemerintah menaikkan harga gabah petani Rp 6.500.

Menurut pemilik usaha beras dengan merk Sumo ini, kenaikan harga gabah tersebut direspon baik oleh semua stakeholder di industri padi dan beras. Tentunya paling bahagia dan paling senang adalah kalangan petani. 

Dinaikkannya pembelian gabah Rp 6.500 di kalangan petani, direspon baik oleh semua stakeholder di industri padi dan beras. Paling bahagia dan paling senang adalah petani. 

"Harapan kami HET penjualan beras juga bisa dinaikkan," ucap Hendra Tan, Rabu (5/3/2025). 

Jika di sisi hulu pada harga gabah kering dinaikkan oleh pemerintah, tentu ditunggu adanya kenaikan harga di sisi hilir. Pada HET penjualan beras. 

"Harga gabah yang dinaikkan dari Rp 6 ribu ke Rp 6.500, tapi harga jual HET nya belum dinaikkan," ungkap Ketua Perpadi Jawa Timur ini. 

Jika harga HET nya tidak dinaikkan, diakui oleh Hendra Tan memang cukup berat untuk industri penggilingan padi. Jika kenaikan Gabah Kering Panen (GKP) petani Rp 500, sehingga yang wajar kenaikan harga beras Rp 1.000.

Mengingat dari proses GKP yang memiliki kadar air maksimum 25 persen dan kadar hampa atau kotoran maksimum 10 persen menuju Gabah Kering Giling (GKG) yang memiliki kadar air maksimum 14 persen dan kadar hampa atau kotoran maksimum 3 persen dan menjadi beras ada proses konversi. 

"Karena rendemen konversi gabah ke beras itu kurang lebih sekitar 50 persen," ujarnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow