Harga Emas Turun Usai The Fed Tahan Suku Bunga dan Peringatkan Inflasi
Harga emas turun setelah The Fed mempertahankan suku bunga dan memprediksi inflasi bisa naik. Pasar masih menunggu kepastian pemangkasan suku bunga.
SUARAJATIMPOST.COM - Harga Emas Turun Setelah The Fed Pertahankan Suku Bunga
Harga emas turun setelah The Federal Reserve Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga.
Ketua The Fed, Jerome Powell, memperkirakan inflasi bisa naik secara signifikan dalam beberapa bulan ke depan.
Harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 3.374,75 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS naik tipis 0,03% menjadi US$ 3.408,1.
Analis independen Tai Wong mengatakan, "Ketua Powell melemahkan optimisme awal dengan posisi menunggu dan melihat. Dia (Powell, red) mengisyaratkan bahwa September bisa menjadi terjadi penurunan tetapi itu tidak cukup untuk membuat pasar aset atau emas lebih dovish."
Menurut Tai Wong, "Emas perlu kembali ke level 3.400 agar bisa mengambil pijakan yang kuat."
Para pembuat kebijakan The Fed masih membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga setengah poin persentase tahun ini.
Namun, Powell mengatakan perkiraan itu bisa berubah tergantung data yang masuk, terutama jika inflasi meningkat karena tarif yang diberlakukan Trump.
Managing Partner Sprott Inc, Ryan McIntyre, menyebutkan, "Tren saat ini adalah mencari alternatif penyimpanan di luar dolar AS yang tidak dipengaruhi oleh masalah eksternal."
Harga perak spot turun 1,5% menjadi US$ 36,70 per ons, sementara platinum naik 4,3% menjadi US$ 1.319,03 setelah naik 5% ke level tertinggi sejak Februari 2021. Harga paladium turun 0,5% menjadi US$ 1.046,75.
Goldman Sachs dalam catatannya menyatakan, reli platinum dan perak baru-baru ini sebagian besar bersifat spekulatif karena tidak didukung oleh faktor dasar yang kuat. (**)
Editor: Rizqi ArdianĀ
Sumber beritasatu.com
What's Your Reaction?

