Halalbihalal Aremania Sejagat Raya, Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan

Keluarga Korban Tragedi Kanjurujan turut hadir dalam Halalbihalal Aremania Sejagat Raya. Berharap ada titik terang keadilan bagi korban.

20 Apr 2025 - 11:02
Halalbihalal Aremania Sejagat Raya, Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan
Dihadiri Gus Iqdam, acara Halal Bihalal Aremania-Aremanita Sejagat Raya di Lapangan Rampal, Sabtu (19/4/2025). (Foto: Izzul/SJP)

KOTA MALANG, SJP - Ribuan Aremania-Aremanita padati lapangan Rampal dalam sebuah acara Halalbihalal Aremania-Aremanita se-Jagat Raya tahun 2025, Sabtu (19/4/2025). Acara ini diinisiasi Presidium Aremania dan diketuai oleh koordinator Aremania, Ali Rifki.

Kegiatan berlangsung meriah karena menghadirkan Gus Iqdam dari Blitar. Sehingga, bukan hanya Aremania dari berbagai daerah, halalbihalal ini juga dihadiri jamaah Sabilu Taubah.

Secara khusus, keluarga korban Tragedi Kanjuruhan diundang untuk turut datang dan bersilaturahmi. Salah satunya Cholifatur Noor, ibu dari Jovan Farellino, salah seorang korban Tragedi Kanjuruhan.

Ia mengaku pihak panitia memberikan undangan VVIP untuk turut hadir. 

"Awalnya saya berniat hadir memang mau mengetahui konsep apa yang mereka buat, ternyata dari awal pembukaan acara yang diangkat memang kiriman doa dan tahlil buat para korban tragedi," kisah ibu yang akrab dipanggil Ifa itu.

Sebagai orang tua korban, Ifa merasa sangat berterima kasih bahwa di acara sebesar itu, lebih mengutamakan doa untuk para almarhum Tragedi Kanjuruhan.

Bahhkan ia juga berkesempatan berdialog dengan Gus Iqdam. Dalam tanya-jawab itu ia menceritakan kronologi tragedi tersebut yang berkaitan dengan putranya.

Ifa juga berharap adanya titik terang dalam memperjuangkan keadilan bagi korban.

"Saya sampaikan langsung di depan Forkopimda Kabupaten Malang dan Kota Malang, supaya terketuk pintu hatinya agar membantu keadilan untuk para korban," kata Ifa.

Selain itu Ifa juga menaruh harapan besar untuk terus dibersamai oleh jajaran Forkopimda Kota dan Kabupaten Malang dalam setiap kegiatan yang dilakukan keluarga korban. Baik itu berupa aksi mau pun doa bersama.

"Karena jarang sekali kami lihat untuk setiap kegiatan kami mereka hadir, tidak hanya untuk di acara besar saja seperti peringatan 1 Oktober, tapi untuk kegiatan doa atau pun audiensi," jelas Ifa.

Terakhir, Ifa berpesan untuk Arema Utas untuk tidak melupakan doa pada seluruh korban Tragedi Kanjuruhan di setiap kegiatan. Dengan doa itu, artinya Tragedi Kanjuruhan tidak dilupakan.

Saat memberikan sambutan, Ali Rifki, ketua panitia acara ini, juga menitipkan doa untuk seluruh korban Tragedi Kanjuruhan pada Gus Iqdam.

"Kami minta pada Gus Iqdam mendoakan korban Tragedi Kanjuruhan, yang mana beliau-beliau yang duduk di depan ini adalah keluarga korban," kata Ali. (**)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow