Buruh Pabrik Rokok Bakal Terima BLT Rp 1,2 Juta, Ini Kriteria Penerima Menurut Disnaker Jombang

Buruh pabrik ber KTP Jombang mendapat BLT usai diajukan oleh perusahaan kepada dinas terkait.

13 Jun 2025 - 10:29
Buruh Pabrik Rokok Bakal Terima BLT Rp 1,2 Juta, Ini Kriteria Penerima Menurut Disnaker Jombang
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang Isawan Nanang Risdiyanto saat menerima aduan warga. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP - Buruh pabrik rokok yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Jombang bakal menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah. Besarannya, tiap orang Rp 1,2 juta yang dikoordinir Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, menyampaikan ada ribuan buruh pabrik rokok menerima BLT tersebut. 

"Untuk penerima BLT buruh pabrik rokok ini sebanyak 3.707 orang. Datanya kami terima dari perusahaan, khusus untuk karyawan yang ber-KTP Jombang," kata Isawan dalam pesan diterima wartawan, Jumat (13/6/2025).

Pihaknya menyebut buruh pabrik rokok yang bukan ber KTP Jombang juga bisa mendapatkan BLT dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) itu. Namun, mekanisme pengajuannya bukan di Kabupaten Jombang, tapi di Provinsi Jawa Timur. 

Pihak provinsi terang Isawan juga menyediakan program BLT bagi buruh lintas daerah di Jawa Timur. Kegiatan penyaluran BLT pada Tahun 2025 merupakan kali kelima diselenggarakan. 

"Kami dari Disnaker hanya bertugas melakukan verifikasi usulan dan koordinasi dengan perusahaan. Selanjutnya, data kami serahkan ke Dinas Sosial yang akan menyalurkan bantuan," terangnya. 

Isawan juga merinci data penerima dari sejumlah pabrik rokok besar di Jombang. Di antaranya, Pabrik Rokok Mufasufu dan Jaya Lestari 1.151 orang, Pabrik Rokok 117 penerimanya 112 orang, Pabrik Rokok Sehat Tentrem, 650 orang.

"Alhamdulillah semua sesuai kriteria dan sudah diverifikasi satu per satu," tambahnya.

Nominal bantuan yang diterima masing-masing buruh adalah Rp1.200.000. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban ekonomi para buruh, terutama di tengah tekanan kebutuhan hidup yang terus meningkat. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow