Gus Yahya Hadiri Panggilan Tebuireng Jombang, Siap Bongkar Dokumen PBNU

Gus Yahya tiba di kompleks pesantren sekitar pukul 11.30 WIB, didampingi oleh KH Amin Said Husni dan jajaran PBNU.

06 Dec 2025 - 14:34
Gus Yahya Hadiri Panggilan Tebuireng Jombang, Siap Bongkar Dokumen PBNU
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf terlihat hadir di Ponpes Tebuireng, Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, akhirnya memenuhi panggilan para sesepuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Sabtu (6/12/2025) siang. 

Kunjungan ini berlangsung di tengah isu konsolidasi dan kritik internal yang berkembang pasca-pertemuan para kiai sepuh di Ploso, Kediri, pekan sebelumnya.

Gus Yahya tiba di kompleks pesantren sekira pukul 11.30 WIB, didampingi oleh KH Amin Said Husni dan jajaran PBNU. 

Setibanya di lokasi, rombongan langsung berziarah ke pusara Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebuah ritual simbolis yang sering dilakukan di tengah isu sensitif organisasi.

Usai berziarah, Gus Yahya langsung menuju Ndalem Kesepuhan Tebuireng untuk menghadiri silaturahmi yang sarat muatan politis organisasi tersebut. Namun, suasana pertemuan sempat digantung oleh ketidakhadiran Rais Aam PBNU yang dijadwalkan hadir, hingga pukul 12.30 WIB.

Dalam keterangannya, Gus Yahya secara tegas mengakui bahwa kedatangannya adalah pemenuhan panggilan dari para sesepuh, mengindikasikan adanya desakan untuk melakukan klarifikasi.

"Saya dipanggil para bini sepuh, para kiai sepuh. Saya datang. Apa pun yang diminta, saya siap. Apa pun yang ditanyakan, saya siap menjawab," kata Gus Yahya kepada wartawan, di lokasi. 

Pernyataan tersebut diperkuat dengan pengakuan mengejutkan bahwa ia membawa seluruh materi pertanggungjawaban dalam pertemuan tersebut.

"Saya datang bersama teman-teman PBNU. Semua penjelasan, semua dokumen sudah kami siapkan dalam satu tas penuh. Jika diminta menunjukkan, semuanya telah tersedia," ungkapnya. 

Ia berharap, langkah ini dapat menjadi titik awal penyelesaian berbagai persoalan yang tengah berkembang dan meruncing di lingkungan NU, sebuah pengakuan implisit atas adanya masalah internal yang mendesak.

Pertemuan di Tebuireng ini merupakan tindak lanjut langsung dari konsolidasi para sesepuh NU yang sebelumnya dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, pada Ahad (30/11/2025). 

Pertemuan di Ploso, yang dihadiri sejumlah tokoh kunci, disinyalir menjadi ajang untuk mengevaluasi kinerja dan arah kepemimpinan PBNU saat ini.

Dalam undangan resmi yang ditandatangani oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Machfudz, silaturahmi ini secara resmi bertujuan untuk mempererat komunikasi dan koordinasi antara para mustasyar dengan jajaran pimpinan PBNU. 

Namun, kehadiran ulama-ulama yang sempat berbeda pandangan, seperti KH Said Aqil Siroj (mantan Ketua Umum PBNU dua periode), bersama Rais Syuriyah PBNU periode 2022-2027 seperti Muhammad Nuh, semakin menguatkan indikasi adanya tuntutan arahan dalam menghadapi dinamika organisasi.

Tokoh penting lain yang terpantau hadir adalah KH Anwar Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo) dan KH Djazuli Utsman (Pendiri Ponpes Al-Falah Ploso).

Hingga berita ini diturunkan, pertemuan tertutup di Ndalem Kesepuhan Tebuireng masih berlangsung, dan publik NU menantikan bagaimana 'tas penuh dokumen' yang disiapkan Gus Yahya akan menjawab berbagai kritik dan tuntutan dari para sesepuh NU. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow