Guru TK di Nganjuk Tolak Lokasi Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
Penolakan muncul terhadap pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Girirejo, Nganjuk. Guru TK meminta lokasi alternatif karena sekolah masih aktif dan menunggu revitalisasi.
NGANJUK, SJP – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Girirejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, menuai polemik. Pasalnya, pembangunan tersebut dilakukan di area TK Pertiwi Girirejo dan mendapat penolakan dari pihak guru.
Salah seorang guru TK Pertiwi Girirejo berinisial IM, yang juga warga setempat, menyatakan keberatannya atas pembangunan KDMP di lokasi sekolah. Ia mengaku mewakili aspirasi para guru TK yang ingin tetap menempati bangunan tersebut.
Menurut IM, pembangunan taman sekolah baru saja rampung, dan pihaknya juga telah mengajukan usulan revitalisasi bangunan yang telah mendapat persetujuan (ACC) dari Dinas Pendidikan (Disdik), dengan rencana pelaksanaan sekitar Agustus 2026.
“Pembangunan KDMP ini lebih dulu dilakukan dibanding usulan revitalisasi sekolah. Ini menjadi PR besar, karena program KDMP adalah program nasional. Tapi apakah tidak ada tempat lain? Padahal di dekat lokasi itu ada aset desa yang terbengkalai,” ujar IM, Kamis (25/12/2025).
Ia mengaku telah mengusulkan alternatif lokasi kepada pihak desa, namun tidak mendapat respons. Bahkan, menurutnya, pihak desa langsung melakukan pengukuran lahan tanpa ada komunikasi lebih lanjut.
“Pernah saya usulkan, tapi tidak direspons. Saya mewakili guru-guru TK Pertiwi Girirejo menyatakan keberatan,” tutur IM sambil meneteskan air mata saat ditemui di dekat rumahnya, Kamis (25/12/2025).
IM menegaskan akan tetap bertahan dan siap menempuh jalur gugatan apabila pembangunan KDMP di area TK Pertiwi tetap dilanjutkan. Ia juga menyebut bahwa meskipun sebelumnya petugas Polsus dan pamong desa telah melakukan pengecekan lokasi, para guru TK Pertiwi tetap solid mendukung sikapnya.
“Saya sudah berupaya berkomunikasi, namun tidak ada respons dari pihak desa. Saya akan tetap bertahan. Masih ada lahan alternatif. Pak Kades tidak pernah komunikasi, langsung memerintahkan Sekdes untuk mengukur lokasi,” tegas IM.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Girirejo, Eko, menyatakan, pembangunan KDMP telah sesuai prosedur dan tidak ada permasalahan.
“Sudah tidak ada persoalan. Saya ini mantan polisi dan mantan intelijen, jadi paham aturan,” tegas Eko saat ditemui awak media di Balai Desa Girirejo, didampingi Kamituwo, Sekretaris Desa, dan Ketua Komite Yayasan TK Pertiwi.
Eko mengakui adanya kesalahpahaman terkait lokasi pembangunan. Namun ia menegaskan bahwa KDMP merupakan program nasional yang harus tetap dijalankan.
“Kalau ada warga yang tidak senang, saya paham. Program ini mau tidak mau harus kita laksanakan. Memang ada miskomunikasi terkait relokasi, karena rencana itu belum saya sampaikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejak awal sebenarnya telah disiapkan lokasi alternatif untuk pembangunan KDMP, dan ke depan pihaknya berencana memindahkan lokasi pembangunan ke area Balai Desa.
Sementara itu, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa aspirasi guru-guru TK Pertiwi Girirejo secara resmi diwakili oleh IM. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak program Koperasi Desa Merah Putih, namun menolak jika pembangunan dilakukan di area sekolah.
“Kami tidak menolak koperasi, tapi lokasinya jangan di TK Pertiwi. Masih ada aset desa lain yang terbengkalai,” tegasnya.
Perwakilan TK Pertiwi Girirejo pun secara tegas menyatakan penolakan terhadap pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih di area sekolah tersebut. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

