Destinasi Banyu Kuwung di Kaki Gunung Ijen: Kebun Selada yang Menjelma Menjadi Pesona Wisata
Bukan sekadar kolam renang biasa, destinasi yang terletak di Licin, Banyuwangi ini adalah muara dari mata air pegunungan yang jernih, mengalir langsung dari sela-sela bebatuan vulkanik Ijen.
BANYUWANGI, SJP – Pesona Gunung Ijen yang mendunia adalah Blue Fire. Namun, di kaki Ijen terselip permata tersembunyi: Banyu Kuwung.
Banyu Kuwung yang terletak di Dusun Panggang, Desa Licin, Kabupaten Banyuwangi ini merupakan destinasi pemandian alami yang menyegarkan.
Bukan sekadar kolam renang biasa, destinasi ini adalah muara dari mata air pegunungan yang jernih, mengalir langsung dari sela-sela bebatuan vulkanik Ijen.
Awalnya Kebun Selada
Siapa sangka, lahan asri ini dulunya adalah area pertanian selada air yang kurang produktif. Melalui visi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, wajah lahan tersebut bersalin rupa.
"Semula hanya dimanfaatkan untuk tanam selada air dan hasilnya kurang bagus. Kami menawarkan ide menjadikannya destinasi wisata," kenang Heriyanto, Ketua Pokdarwis Banyu Kuwung dikutip dari banyuwangikab.go.id.
Berkat kemurahan hati pemilik lahan yang menghibahkan tanahnya, proyek gotong royong yang dimulai tahun 2020 ini akhirnya resmi menyapa publik pada 2022.
Kini, setiap akhir pekan, Banyu Kuwung menjelma menjadi magnet ekonomi. Tak kurang dari 1.200 orang memadati kawasan ini, menghidupkan warung-warung kecil milik warga dan menciptakan lapangan kerja baru di desa.
Begitu menapakkan kaki di sana, pengunjung langsung disambut kanopi hijau dari pepohonan raksasa. Udara khas dataran tinggi Licin yang tipis dan dingin seketika menyapu penat. Kolam-kolam alaminya didesain dengan kedalaman yang ramah keluarga, berkisar antara 60 hingga 120 sentimeter.
Berenang di sini memberikan sensasi kulit yang "dicuci" oleh mineral alami pegunungan. Airnya tidak berbau kaporit, hanya ada aroma tanah basah dan kesegaran air murni. Bagi yang enggan berbasah-basah, gazebo-gazebo yang berjejer rapi menjadi tempat terbaik untuk sekadar menyesap kopi sambil memandang rimbunnya hutan.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani juga terkesan dengan kawasan ini. “Sangat alami. Cocok untuk berlibur bersama keluarga maupun sekadar refreshing dari hiruk-pikuk perkotaan,” ujar Ipuk. Ia juga menitipkan pesan penting agar melimpahnya sumber mata air ini dijaga kelestariannya sebagai warisan untuk masa depan.
Banyu Kuwung telah dilengkapi fasilitas yang cukup mumpuni untuk kenyamanan wisatawan. Dengan fasilitas yang sudah mumpuni. Area parkir luas, musala, toilet bersih, warung makan lokal, hingga camping ground bagi mereka yang ingin bermalam di bawah bintang.
Datanglah saat pagi hari (Sabtu-Minggu buka pukul 07.00 WIB) untuk merasakan air yang paling segar.
Desa Wisata Banyu Kuwung ini buka setiap hari kecuali Jumat (diliburkan untuk pembersihan kolam secara rutin).
Harga tiket juga sangat terjangkau. Cukup dengan Rp 5.000 per orang, Anda sudah bisa menikmati kemewahan alam yang tak ternilai harganya.
Dengan kejernihan air dan kesederhanaannya, Banyu Kuwung menawarkan kedamaian dan kesegarannya untuk mengikis penat parapengunjungnya. (*)
Sumber: banyuwangikab.go.id
Editor: Danu
What's Your Reaction?

