Khofifah Resmikan Jembatan Bubak Mojokerto 

Jembatan rangka baja standar ini memiliki bentang sepanjang 60 meter dan lebar 7 meter. Proyek pembangunan ini menelan anggaran sekitar Rp13 miliar.

20 Feb 2026 - 11:00
Khofifah Resmikan Jembatan Bubak Mojokerto 
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Mojokerto Muhammad Albarra (kiri) dan Tokoh Muslim Nasional KH Asep Saifuddin Chalim saat resmikan Jembatan Bubak. (Ist/SJP)

MOJOKERTO, SJP– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Jembatan Bubak di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (19/2/2026) malam. 

Infrastruktur yang sempat terputus akibat banjir tersebut kini kembali menghubungkan aktivitas masyarakat serta memulihkan akses ekonomi antarwilayah.

Jembatan rangka baja standar ini memiliki bentang sepanjang 60 meter dan lebar 7 meter. Proyek pembangunan ini menelan anggaran sekitar Rp13 miliar. 

Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, distribusi logistik, hingga mendukung aktivitas sosial dan keagamaan.

"Momentum peresmian terasa istimewa karena bertepatan dengan 1 Ramadhan 1447 Hijriah. Semoga hadirnya Jembatan Bubak menjadi simbol penguatan silaturahmi, memperlancar akses masyarakat untuk beribadah, bekerja, berdagang, beraktivitas, sekaligus menjadi berkah bagi seluruh warga Gondang dan Kabupaten Mojokerto," ungkap Khofifah.

Proses pembangunan jembatan berawal dari aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, pasca-kerusakan akibat bencana. 

Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Khofifah menginstruksikan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk melakukan peninjauan lapangan dan mempercepat pembangunan.

"Alhamdulillah seminggu kemarin Jembatan Bubak selesai pengerjaan 100 persen," tuturnya.

Khofifah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada fisik, melainkan juga membangun konektivitas dan harapan masa depan. 

Ia menilai Jembatan Bubak memberikan dampak positif bagi aspek budaya, pendidikan, sosial, hingga mobilitas barang dan jasa di dua desa terkait.

"Ketika ada harapan baru, hidup baru, sumber ekonomi baru maka semua bahagia," tambahnya.

Menurutnya, pembangunan ini sangat tepat sasaran dalam meningkatkan perputaran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

Kolaborasi antara Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur dan Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto menghasilkan desain jembatan yang kokoh, fungsional, sekaligus estetik.

"Kita melihat bersama Jembatan Bubak menjadi ikon dan magnet baru wilayah Gondang. Bahkan saya mendapatkan laporan bahwa kawasan ini telah berkembang menjadi pusat kegiatan baru masyarakat, termasuk tumbuhnya pelaku UMKM di sekitarnya," jelas Khofifah.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas publik tersebut dari aksi vandalisme maupun tindakan tidak bertanggung jawab lainnya. Pemeliharaan jembatan disebutnya sebagai tanggung jawab kolektif.

"Tolong dijaga pemanfaatan jembatan Bubak karena milik bersama, lalu dijaga kebersihan sampahnya termasuk sampai proses pemagaran kanan kiri berlangsung aman dan nyaman sehingga jembatan bisa dinikmati oleh masyarakat Mojokerto," pungkasnya.

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap akses yang dinantikan warga Desa Gondang dan Desa Kebontunggul tersebut.

"Tahun 2024 bencana banjir membuat jembatan terputus sehingga warga pesimis. Namun, akhirnya jembatan Bubak dibangun dan selesai. Tentu hal ini tidak hanya menjadi penghubung tetapi menjadi ikon baru bagi UMKM di Kecamatan Gondang," ujar bupati yang karib disapa Gus Barra tersebut.

Senada dengan hal itu, Kepala Desa Kebontunggul, Siandi, menyatakan bahwa peresmian ini sangat berdampak pada peningkatan nilai ekonomi desa, terutama sektor UMKM. 

"Semoga jembatan Bubak memberikan nilai manfaat bagi masyarakat Mojokerto," ucapnya.

Warga setempat pun menyambut baik rampungnya proyek ini. Ustumawuh, warga Desa Gondang, mengungkapkan rasa syukur karena akses transportasi kini jauh lebih memadai dibanding sebelumnya.

"Senang sekaligus bersyukur jembatan Bubak sudah bisa digunakan lagi karena dulu hanya bisa dilewati sepeda motor. Terima kasih gubernur Khofifah, bupati Muhammad Al Barra," ungkap Ustum. 

Miftahul Huda, warga lainnya, menambahkan bahwa hasil pembangunan ini melampaui ekspektasi masyarakat. 

"Alhamdulillah jembatan Bubak ditunggu masyarakat. Sangat bagus di luar ekspektasi kita sehingga membawa berkah dan manfaat bagi masyarakat desa Gondang dan sekitarnya. Selain itu pembangunan jembatan Bubak membawa pertumbuhan ekonomi bagi pelaku UMKM," tutupnya. (**) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow