Gunung Semeru Erupsi Beruntun, Kolom Abu Membumbung hingga Ketinggian 1.000 Meter

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Rabu (29/1/2025).

29 Jan 2025 - 12:07
Gunung Semeru Erupsi Beruntun, Kolom Abu Membumbung hingga Ketinggian 1.000 Meter
Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Rabu 29 Januari 2025. (Beritasatu.com/Ahmad Rifqi Danwanus Khalwani/PVMBG)

LUMAJANG, SJP — Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Rabu (29/1/2025). Aktivitas vulkanik ini berlangsung beberapa kali dalam enam jam terakhir, dengan kolom abu mencapai ketinggian 1.000 meter.  

Rekaman CCTV di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, menunjukkan kubah lava Semeru mengeluarkan asap pekat dari kawah Jonggring Saloko.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, terjadi lima kali erupsi.

Letusan pertama terjadi pada pukul 00.43 WIB dengan kolom abu setinggi 700 meter, disusul letusan berikutnya pada pukul 01.52 WIB dan 02.41 WIB dengan ketinggian abu mencapai 1.000 meter.

Selanjutnya, pada pukul 04.48 WIB, kolom abu mencapai 800 meter, sementara letusan terakhir pukul 05.37 WIB mencapai 700 meter.  

Semua letusan tersebut menghasilkan abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal, yang terbawa angin ke arah utara, timur, dan timur laut.  

Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level II (waspada), dan belum ada laporan mengenai dampak signifikan dari erupsi yang terjadi.

Meski demikian, PVMBG mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung agar tetap waspada dan menjaga jarak aman dalam beraktivitas.

Warga diminta untuk tidak berada dalam radius 8 kilometer dari puncak gunung, mengingat potensi bahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu.  

Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai yang dialiri lahar, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, karena berisiko terdampak awan panas.  

“Dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai,” ujar Sigit Rian Alfian, petugas PVMBG, dalam laporan tertulisnya.  

PVMBG juga memperingatkan kemungkinan terjadinya awan panas guguran (APG) dan banjir lahar, terutama karena curah hujan yang cukup tinggi di kawasan puncak.  

“Masyarakat diharapkan mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, khususnya di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi banjir lahar di anak sungai Besuk Kobokan,” tambahnya.  

Pihak berwenang terus memantau aktivitas Gunung Semeru dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi guna menghindari potensi bahaya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow