Gudang Serabut Kelapa di Ngunut Terbakar, Damkar Tulungagung Gerak Cepat

Kebakaran gudang serabut kelapa di Ngunut, Tulungagung, Selasa siang, cepat dipadamkan Damkarmat. Api dipicu pembakaran sampah yang merembet akibat angin kencang.

12 Aug 2025 - 16:00
Gudang Serabut Kelapa di Ngunut Terbakar, Damkar Tulungagung Gerak Cepat
Petugas Damkar Tulungagung melakukan pemadaman kebakaran di tempat produksi serabut kelapa di Ngunut. (Foto: Istimewa)

TULUNGAGUNG, SJP — Kebakaran melanda gudang produksi serabut kelapa milik Faqih Pamungkas di Dusun Beji, Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Selasa (12/8/2025) siang. Api cepat menjalar sebelum berhasil dipadamkan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Kebakaran bermula saat karyawan membakar sampah di sisi timur tumpukan serabut kelapa. Angin kencang membuat api merembet ke sisi barat gudang.

Informasi kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung pukul 12.46 WIB. Empat menit kemudian, armada pemadam jenis Karba dan satu unit supply diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Tim dipimpin pejabat Damkarmat dan beranggotakan personel seksi operasi, seksi penyelamatan, analis kebakaran, serta dibantu anggota Polsek dan Koramil Ngunut yang ikut mengamankan area pemadaman.

“Kondisi serabut kelapa yang sangat kering membuat api cepat membesar. Untungnya, akses ke titik api cukup terbuka sehingga proses pemadaman bisa dilakukan lebih cepat,” ujar Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkarmat Tulungagung, Iwan Supriyono.

Pemadaman selesai pukul 14.30 WIB. Tidak ada korban jiwa atau kerugian materiel berarti, karena serabut kelapa terbakar merupakan limbah produksi yang tidak memiliki nilai jual tinggi.

Iwan menegaskan pentingnya kewaspadaan saat membakar sampah, terutama di dekat bahan mudah terbakar.

“Sekecil apa pun api, jangan dibiarkan tanpa pengawasan. Kebakaran bisa terjadi dalam hitungan detik dan berubah jadi bencana,” katanya.

Damkarmat Tulungagung kembali mengimbau masyarakat segera melapor ke posko pemadam jika menemukan titik api berbahaya untuk mencegah kerugian lebih besar di kemudian hari. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow