Gudang Bulog Jombang Jadi Sarana Edukasi Siswa
Memperkenalkan dunia pertanian secara nyata, mulai dari hulu hingga ke hilir kepada siswa.
JOMBANG, SJP – Perum Bulog Cabang Mojokerto menginisiasi program edu wisata untuk siswa SMK Negeri Mojoagung, Kabupaten Jombang. Program ini bertujuan memperkenalkan dunia pertanian secara nyata, mulai dari hulu hingga ke hilir.
Gudang Bulog di Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang menjadi salah satu tempat yang dipilih menjadi sarana edukasi bagi siswa.
Kepala Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin menyampaikan di Gudang Bulog Sembung, para siswa mendapat gambaran langsung mengenai kapasitas penyimpanan cadangan beras.
"Bulog Cabang Mojokerto saat ini mengelola stok hingga 72 ribu ton beras, sementara secara nasional Perum Bulog menguasai stok sekitar 5 juta ton," ucap Husin kepada suarajatimpost.com, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Husin, kehadiran siswa di Gudang Bulog bukan aktivitas biasa, tapi merupakan stimulus pemantik siswa agar tertarik menekuni dunia pertanian.
"Tujuannya memberikan insight kepada siswa, khususnya tentang bagaimana proses pengadaan gabah hingga menjadi beras yang dikelola Bulog," bebernya.
Sebelum menuju Gudang Bulog Sembung di Jombang, rangkaian kegiatan dimulai dari area persawahan di Kecamatan Perak. Di sana, para siswa menyaksikan secara langsung proses pembelian gabah oleh Bulog. Mereka juga diajak berinteraksi dengan Babinsa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan brigade pangan yang bertugas di lapangan.
Perjalanan edukasi berlanjut ke pabrik penggilingan padi milik PT Sinar Makmur Komoditas, yang merupakan mitra Bulog. Para pelajar diperlihatkan tahapan pengolahan gabah, termasuk proses pengeringan menggunakan dryer hingga tahap penggilingan menjadi beras siap konsumsi.
Sepanjang kegiatan, antusiasme siswa tampak tinggi, terutama saat berada di lahan pertanian. Beberapa di antaranya bahkan mendapat kesempatan langsung menaiki alat-alat pertanian.
Husin berharap, program ini mampu mengubah persepsi generasi muda, khususnya Gen Z, yang kerap menilai profesi petani kurang menjanjikan.
"Harapannya mindset mereka berubah, bahwa petani itu bisa sukses dan sejahtera," katanya.
Ia turut menyinggung kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini dinilai sebagai wujud dukungan nyata terhadap kesejahteraan petani.
Melalui edukasi semacam ini, Bulog berharap mampu menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian serta memahami peran strategisnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

