Mahasiswa Pariwisata UM Kaji Konsep Agroedutourism di Destinasi Petik Anggur Kota Malang

Penyelenggaraan kegiatan ini secara spesifik mendukung SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas melalui metode pembelajaran yang inklusif, partisipatif, dan praktis.

03 Apr 2026 - 09:42
Mahasiswa Pariwisata UM Kaji Konsep Agroedutourism di Destinasi Petik Anggur Kota Malang
Mahasiswa Prosi S1 Pariwisata UM saat melakukan pembelajaran di Kelurahan Bareng. (Foto: Donny/SJP)
Mahasiswa Pariwisata UM Kaji Konsep Agroedutourism di Destinasi Petik Anggur Kota Malang

KOTA MALANG, SJP–Mahasiswa Program Studi S1 Pariwisata Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kajian lapangan di destinasi wisata petik anggur "Duta PengAngguran" yang berlokasi di Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk penguatan pemahaman mahasiswa terhadap konsep agroedutourism berkelanjutan, yang mengolaborasikan sektor pertanian dengan unsur edukasi dan pariwisata. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika pengelolaan destinasi wisata berbasis potensi pertanian modern dan berkelanjutan secara komprehensif.

Pembelajaran di luar kelas tersebut merupakan bagian integral dari mata kuliah yang menekankan pengembangan destinasi wisata berkelanjutan pada masa depan. 

Para mahasiswa tidak hanya mengamati objek wisata secara visual, tetapi juga mempelajari manajemen operasional secara mendalam, mulai dari teknik penanaman, pemupukan, dan perawatan tanaman, hingga strategi penerimaan wisatawan.

Lokasi ini dipilih karena keberhasilannya dalam mengelola berbagai varietas anggur premium secara kreatif di lahan tengah kota, sehingga menjadi daya tarik unik yang kompetitif di kawasan Malang Raya.

Dosen pengampu mata kuliah, Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., menyatakan bahwa kuliah lapangan ini bertujuan menyelaraskan teori yang diperoleh di ruang kelas dengan realitas di lapangan. 

Ia menekankan bahwa mahasiswa pariwisata saat ini dituntut memiliki kepekaan tinggi terhadap potensi alam yang dapat dikembangkan tanpa merusak ekosistem.

"Kami ingin mahasiswa merasakan langsung bagaimana sebuah konsep wisata berbasis edukasi pertanian dijalankan secara nyata dan memberikan dampak ekonomi serta ekologis yang positif bagi masyarakat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sumarmi menjelaskan bahwa integrasi pendidikan lingkungan dalam kurikulum pariwisata adalah langkah strategis untuk mencetak lulusan yang berwawasan hijau dan bertanggung jawab. 

Sebagai akademisi yang juga fokus pada pengembangan Green Campus, ia menilai agroedutourism sebagai solusi cerdas dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai estetika lahan.

Hal ini selaras dengan upaya pelestarian alam melalui inovasi dari berbagai disiplin ilmu, termasuk sektor pariwisata yang tengah berkembang pesat.

Di lokasi wisata, mahasiswa disambut oleh Ir. Dwi selaku pihak manajemen Wisata Petik Anggur Duta PengAngguran.

Ia memberikan pendampingan intensif mengenai teknik budidaya anggur yang efisien dengan tetap memperhatikan aspek ramah lingkungan. Mahasiswa mengamati sistem irigasi, pemupukan organik, hingga pemilihan bibit unggul yang menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem wisata petik anggur berkualitas tinggi.

Pengetahuan teknis ini menjadi modal berharga bagi mahasiswa untuk merancang model bisnis pariwisata yang tidak hanya mengandalkan aspek visual, tetapi juga memiliki nilai fungsional bagi edukasi publik.

Dwi memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme para mahasiswa selama proses pembelajaran. Beliau berbagi pengalaman praktis mengenai tantangan dan peluang dalam membangun destinasi wisata berbasis komunitas di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

"Kehadiran mahasiswa UM di sini sangat berharga bagi kami, karena kami dapat saling bertukar gagasan mengenai bagaimana inovasi teknologi pertanian bisa dipadukan dengan manajemen pariwisata modern untuk kemajuan wilayah," tuturnya.

Perwakilan mahasiswa, Ariesta (Ketua Kelas Off B) dan Rama, mengaku sangat antusias dengan kuliah kolaborasi di destinasi wisata seperti ini. Penyelenggaraan kegiatan ini secara spesifik mendukung SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas melalui metode pembelajaran yang inklusif, partisipatif, dan praktis. (0) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow