Geng Remaja Berulah di Jalur Jombang-Surabaya, Terekam CCTV Adang dan Pukuli Pengendara

Aksi remaja mengadang dan memukuli pengendara di jalur Jombang-Surabaya terekam CCTV, bikin resah warga. Polisi segera menindaklanjuti meski belum ada laporan resmi.

27 Jul 2025 - 22:18
Geng Remaja Berulah di Jalur Jombang-Surabaya, Terekam CCTV Adang dan Pukuli Pengendara
Tangkapan kamera CCTV warga merekam aksi pengadangan sekelompok remaja terhadap pengguna jalan di jalur lintas Surabaya-Jombang. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP — Aksi sekelompok remaja yang menghadang pengguna jalan di jalur utama Jombang-Surabaya, tepatnya di Dusun Gerih, Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, terekam kamera CCTV warga. 

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan keamanan di ruas jalan tersebut, terutama bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hari.

Aksi premanisme tersebut terjadi pada Ahad (27/7/2025) sekitar pukul 02.00 WIB. Peristiwa yang menggegerkan warga sekitar ini sempat terekam dalam video CCTV dengan durasi cukup singkat, yakni 18 detik, menunjukkan insiden yang cepat dan mengejutkan.

Rekaman CCTV tersebut milik Rahman Hakim, seorang warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman itu, terlihat jelas sekelompok remaja menggunakan tongkat kayu. Mereka mengayunkan tongkat tersebut ke arah para pengendara motor yang melintas, menandakan adanya niat untuk melukai atau menakuti.

"Tadi pagi saya kebetulan keluar rumah dan kaget karena di teras banyak batu. Setelah saya cek, patok pembatas jalan juga hilang satu. Saya lalu buka CCTV dan menemukan rekaman itu," terang Hakim saat dikonfirmasi wartawan, Ahad (27/7/2025).

Dalam rekaman tersebut, terlihat enam orang berada di pinggir jalan, dengan dua di antaranya menenteng kayu. Saat mobil tangki melintas, keduanya sempat menunjuk ke arah belakang mobil tersebut. 

Benar saja, kayu yang dipegang lantas diayunkan memukul pengendara motor. Pengendara yang berusaha menghindar dan melajukan kendaraan sempat dikejar oleh keduanya, diikuti oleh beberapa orang lainnya yang menunjukkan gestur serupa.

Hakim mengaku tidak membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Ia sengaja membagikan informasi tersebut ke publik melalui rekaman CCTV miliknya. Tindakan ini diharapkan menjadi bentuk peringatan dini bagi masyarakat, agar lebih berhati-hati jika harus beraktivitas di malam hari, terutama di jalur yang rawan.

"Saya harap ini bisa jadi warning untuk warga agar lebih waspada. Semoga tidak terjadi lagi ke depannya," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Jombang AKP Margono Suhendra saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut dari masyarakat.

"Kami belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait kejadian itu. Tapi kami akan menindaklanjuti informasi ini untuk memastikan keamanan di jalur tersebut dan mencari tahu siapa pelaku di balik aksi meresahkan ini," tandas AKP Margono. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow