Tangis Haru di Polres Jombang, Ratusan Anggota Geng 'Batandos' Bertemu Orang Tua usai Pesta Miras

Ratusan anggota geng "Batandos" terjaring pesta miras di Wonosalam, Jombang. Mereka dipertemukan dengan orang tua di Polres. Polisi akan proses hukum panitia bila ada tindak pidana.

27 Jul 2025 - 21:35
Tangis Haru di Polres Jombang, Ratusan Anggota Geng 'Batandos' Bertemu Orang Tua usai Pesta Miras
Para orang tua tak kuasa menahan tangis ketika dipertemukan dengan anak-anak mereka yang terjaring operasi pesta miras dan musik DJ di vila Wonosalam, Jombang. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP — Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Jombang sore itu dipenuhi suara tangisan. Ratusan orang tua dan remaja tampak hadir. Mereka adalah 183 remaja yang sempat diamankan karena terlibat pesta minuman keras di sebuah vila di Wonosalam, Jombang.

Ratusan remaja yang diduga tergabung dalam kelompok geng "Bajingan Tanpa Dosa (Batandos)" itu telah menjalani pemeriksaan di Mapolres Jombang sejak Ahad dini hari (27/7/2025). Sore harinya, mereka dipertemukan langsung dengan orang tua masing-masing.

Para remaja, yang rata-rata berusia 17 hingga 20 tahun, terlihat tertunduk lesu dan tak berdaya saat bersimpuh di kaki orang tua mereka. Isak tangis tak terbendung. Celotehan dan peringatan dari orang tua pun silih berganti terucap.

"Saya benar-benar enggak menyangka anak saya ikut-ikutan seperti ini. Pamitnya cuma mau main ke Wonosalam," ucap Yuli, salah satu orang tua remaja yang terjaring polisi, Ahad (27/7/2025).

Dalam suasana haru, Yuli melayangkan berbagai nasihat agar sang buah hati tidak mengulangi perbuatan ikut serta dalam komunitas remaja yang mengarah pada tindakan negatif. "Ojo dibaleni maneh yo le (jangan diulangi lagi ya nak)," ujar Yuli dengan suara bergetar.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Jombang, AKP Margono Suhendra, menjelaskan bahwa kegiatan pesta tersebut tidak mengantongi izin resmi. Peringatan dari jajaran Polsek Wonosalam untuk tidak menggelar acara pesta juga tidak diindahkan oleh panitia maupun peserta.

"Dari lokasi, kami mengamankan 183 remaja dari berbagai daerah yang sedang melakukan pesta musik DJ dan mengonsumsi minuman keras," jelas AKP Margono.

Sebanyak sembilan botol minuman keras ditemukan di lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan sementara, seluruh minuman tersebut dibawa oleh peserta dari luar Kabupaten Jombang.

Ratusan remaja yang diamankan ini berasal dari berbagai kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Data kepolisian merinci, 20 orang dari Kabupaten Semarang, 34 dari Lamongan, 11 dari Surabaya, 4 dari Bojonegoro, dan 61 dari Gresik. Selain itu, 1 orang dari Tuban, 17 dari Mojokerto, 2 dari Sidoarjo, dan 33 dari Kabupaten Jombang sendiri.

"Selain minuman keras yang diduga berasal dari luar Kabupaten Jombang, kami juga menemukan adanya kegiatan live music DJ dan nyanyi. Ini tidak sesuai dengan kegiatan silaturahmi yang diklaim panitia," ungkapnya.

Komunitas "Batandos" ini sebelumnya pernah tercatat dalam kasus kriminalitas jalanan yang ditangani kepolisian di Jombang. Hal ini menjadi perhatian serius pihak berwajib.

"Kami lakukan pembinaan terhadap seluruh remaja yang diamankan, dan akan memulangkan mereka ke orang tuanya masing-masing," beber AKP Margono.

Sementara itu, panitia dan individu yang memiliki peran senior dalam kegiatan ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses ini bertujuan untuk mendalami sepak terjang geng yang anggotanya sempat terlibat tindakan kriminalitas di Kota Santri.

"Jika ditemukan unsur tindak pidana, tentu akan kami proses sesuai hukum yang berlaku," imbuh AKP Margono. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow