Gelar Halalbihalal Bersama 10 Ribu ASN, Pemprov Jatim Kenalkan Konsep “Jatim Gerbang Baru Nusantara”

Jawa Timur siap jadi simpul utama ekonomi nasional lewat konsep “Jatim Gerbang Baru Nusantara” yang menekankan digitalisasi logistik, inovasi industri, dan kolaborasi lintas wilayah.

08 Apr 2025 - 17:15
Gelar Halalbihalal Bersama 10 Ribu ASN, Pemprov Jatim Kenalkan Konsep “Jatim Gerbang Baru Nusantara”
Pemprov jatim sosialisasikan konsep

SURABAYA, SJP - Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memperkenalkan konsep besar bertajuk “Jatim Gerbang Baru Nusantara” dalam acara halalbihalal bersama sekitar 10.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar di Jatim Expo Surabaya, Selasa (8/4/2025). 

Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

Selain sebagai ajang silaturahmi pasca Idulfitri, momen ini dimanfaatkan untuk menyampaikan arah strategis pembangunan Jawa Timur ke depan, terutama dalam menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Dalam paparannya, Emil Dardak menyampaikan bahwa Jawa Timur siap menjadi simpul utama dalam sistem ekonomi nasional, khususnya sebagai gerbang konektivitas dan logistik kawasan timur Indonesia.

“Bahan mentah bisa dipindahkan, tapi talenta siap pakai, teknologi pengolahan efisien, dan konektivitas intermoda transportasi adalah modal yang membuat Jawa Timur tetap relevan. Posisi kita ditentukan bukan oleh letak, tetapi oleh kemampuan,” tegas Emil, Selasa (8/4/2025).

Emil menjelaskan bahwa Jatim akan bertransformasi menjadi hub logistik berbasis digital, dengan sistem pelacakan dan sertifikasi ekspor yang andal.

Tidak hanya itu, Jatim juga berkomitmen mengatur arus komoditas melalui inovasi seperti pendirian Jatim Value Chain Center, program SMK Kolaboratif Antarpulau, hingga pengembangan Center of Excellence di bidang peralatan agroindustri digital.

Salah satu proyek besar yang disiapkan adalah Eastern Commodity Exchange berbasis Surabaya/Gresik, yang akan dilengkapi dengan sistem resi gudang nasional dan logistik maritim berbasis kecerdasan buatan. 

Emil menekankan bahwa Jatim tidak harus memiliki semua sumber daya, tetapi mampu menjadi tempat di mana seluruh simpul nilai terkoneksi, bergerak, dan tumbuh bersama.

Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kompleksitas tantangan ke depan, ditambah kondisi global yang penuh ketidakpastian, menuntut ASN di Jawa Timur untuk bekerja lebih profesional, inovatif, dan responsif terhadap harapan publik.

“Tugas kita ke depan tidak lebih mudah. Karena itu, saya mengajak seluruh ASN untuk memperkuat etos kerja, profesionalisme, serta semangat ikhlas dalam melayani. Inovasi dan kolaborasi harus menjadi nafas kerja kita demi menghadirkan solusi konkret untuk masyarakat,” kata Khofifah.

Khofifah juga mengingatkan bahwa efisiensi anggaran bukan alasan bagi penurunan kinerja. Sebaliknya, kondisi ini harus menjadi pemacu untuk mencari cara kerja yang lebih cerdas dan efektif.

Dengan pengenalan konsep “Jatim Gerbang Baru Nusantara” ini, Pemprov Jatim menegaskan visinya untuk tidak hanya menjadi wilayah penyangga, tetapi mitra pembangunan strategis nasional yang mengedepankan kolaborasi lintas wilayah dan sektor. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow