Izin Klinik Sukma Wijaya Sampang Disoal usai Membiarkan Pasien Kabur

Dinkes KB Sampang akan memeriksa apakah klinik tersebut telah memenuhi persyaratan izin operasional. Seperti lokasi klinik, bangunan klinik dan sarprasnya

04 Apr 2025 - 18:07
Izin Klinik Sukma Wijaya Sampang Disoal usai Membiarkan Pasien Kabur
Kepala Dinas Kesehatan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang dr. Abdullah Najich saat memberikan keterangan. (Fadil/SJP)

SAMPANG, SJP - Kasus hilangnya pasien Klinik Sukma Wijaya, Jalan Agus Salim, Kelurahan Banyuanyar, Kabupaten Sampang yang diduga sebab kelalaian tenaga kesehatan (naskes) berbuntut panjang. 

Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang tengah melakukan investigasi mengenai dugaan kelalaian nakes yang menyebabkan pasien bernama Atmai/P Holik, warga Kecamatan Jrengik kabur saat menjalani rawat inap.

"Kami akan koordinasi dulu dan kumpulkan data dengan pihak yang bersangkutan supaya jelas permasalahan yang ada,” ucap Kepala Dinkes KB Kabupaten Sampang, dr. Abdullah Najich, Jumat (4/4/2025).

dr. Najich mengatakan, pihaknya akan mempertanyakan pemberlakuan standart operasional prosedur (SOP) di Klinik Sukma Wijaya agar pemangku kebijakan terkait segera melakukan investigasi.

"Dinkes KB akan memeriksa apakah klinik tersebut telah memenuhi persyaratan izin operasional. Seperti lokasi klinik, bangunan klinik, sarana dan prasarana klinik, serta tenaga medis yang berpraktik di klinik, " tegasnya. 

Selain itu, pihaknya juga akan memeriksa apakah klinik tersebut telah menyelenggarakan pengelolaan dan pelayanan laboratorium klinik, serta instalasi farmasi yang diselenggarakan apoteker. 

"Dengan demikian, kami berharap dapat menemukan penyebab pasti dari kasus pasien kabur dari klinik dan dapat mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang bersangkutan," pungkasnya.

Sebelumnya pada, Rabu (2/04/2025) lalu, dr. Zakky Sukmajaya, Owner Rumah Sakit Sukma Wijaya sempat menanggapi tentang SOP tersebut.

Menurutnya, terkait SOP tidak ada yang dilanggar. Justru karena kondisinya, pasien tersebut mendapatkan perlakuan khusus. Bahkan diizinkan dijaga oleh 5 orang anggota keluarga.

Namun dr. Zakky mengakui, bahwa pintu keluar tidak dikunci selama renovasi. Sehingga hanya pintu tersebut satu satunya akses untuk keluar masuk pasien, baik untuk IGD maupun pengunjung.

Oleh karena itu, pihaknya menduga, pada saat pasien berusaha keluar, penjaga pintu dimungkinkan sedang berada di kamar mandi. Sehingga keluarnya pasien luput dari pantauan. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow