Gadis ABG di Gresik Jadi Korban Penyekapan dan Rudapaksa Anggota Gangster
Korban mengaku diajak kakak kelasnya berinsial GBA untuk jalan-jalan dan bakar-bakar di rumah temannya. Namun, setelah diajak keliling menggunakan sepeda motor, korban di ajak ke rumah kosong dan dipaksa untuk melayani nafsu bejatnya.
GRESIK, SJP — Seorang gadis anak baru gede (ABG) menjadi korban penyekapan dan rudapaksa yang diduga dilakukan oleh seorang anggota gangster di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Korban yang masih berstatus pelajar kelas 2 SMP itu disekap hingga di perkosa di rumah kosong Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo.
Ayah korban berinisial CEY, menceritakan putrinya tersebut disekap hingga diperkosa dibawah ancaman dan intimidasi.
"Pelaku ini kan anggota Gangster. Karena banyak sajam di rumah kosong itu kata anak saya. Ada foto-foto pelaku sedang bawa sajam gitu. Anak saya di sekap dan diperkosa, saya gak terima akhirnya saya lapor polisi," kata dia, Sabtu (14/2/2026).
CEY mengatakan, peristiwa miris yang menimpa putrinya itu terjadi pada 27 Februari 2025, silam.
Namun aksi keji yang dialami putrinya itu baru diketahui pada 15 Januari 2026 oleh pihak sekolah hingga melaporkan ke kedua orang tuanya.
Menurut CEY, peristiwa itu bermula saat ia dipamiti oleh putrinya hendak bakar-bakar bersama teman-teman sekolahnya siang hari.
Namun karena tak kunjung pulang hingga malam hari, kedua orang tuanya sempat mencoba menghubungi putrinya melalui telfon. Namun korban tak merespon. CEY melakukan pencarian ke rumah teman-temannya juga tak ada hasil.
Keesokan harinya, korban pulang sekitar pukul 08.00 WIB dengan alasan menginap dirumah rekannya.
"Kami pun percaya. Tapi sekitar tanggal 15 Januari 2026, istri saya di panggil pihak sekolah. Dari sanalah kita tahu anak saya di lecehkan oleh kakak kelasnya," tutur CEY.
Korban mengaku diajak kakak kelasnya berinsial GBA untuk jalan-jalan dan bakar-bakar di rumah temannya. Namun, setelah diajak keliling menggunakan sepeda motor, korban di ajak ke rumah kosong.
"Disana anak saya diajak masuk ke rumah kosong dengan alasan mampir minum. Anak saya sempat menolak, tapi diancam tidak akan diantarkan pulang. Akhirnya anak saya pun masuk di ruang tamu," terang CEY.
Saat berada di dalam, terduga pelaku memberi ancaman kepada korban agar mau melayani nafsu bejatnya. Bahkan saat ia menelfon putrinya, pelaku mengancam korban agar tidak mengatakan apapun jika ingin pulang dengan selamat.
Terpisah, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Gresik Ipda Hendri Hadiwoso membenarkan adanya laporan tersebut.
Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan.
"Benar sudah kita terima laporannya. Saat ini sudah kita lakukan penyelidikan," kata Hendri, saat dikonfirmasi. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

