Temuan Arca Siwa di Selo Pinanjer, Jejak Mataram Kuno di Ngawi

Reruntuhan bangunan batu yang berlokasi di perbukitan kapur Pegunungan Kendeng ini berada di wilayah kerja Perum Perhutani.

14 Feb 2026 - 12:30
Temuan Arca Siwa di Selo Pinanjer, Jejak Mataram Kuno di Ngawi
Reruntuhan bangunan batu abad ke-40 di temukan di tengah hutan jati Desa Pandean, Ngawi, Jawa Timur (Beritasatu.com/M Miftakul Falakh)

NGAWI, SJP — Sebuah situs purbakala yang diduga berasal dari abad ke-10 ditemukan di tengah hutan jati Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. 

Reruntuhan bangunan batu yang berlokasi di perbukitan kapur Pegunungan Kendeng ini berada di wilayah kerja Perum Perhutani.

Akses menuju lokasi yang dikenal sebagai Situs Selo Pinanjer ini tergolong sulit. Pengunjung harus melewati jalur makadam, kemudian berjalan kaki ratusan meter menembus hutan jati dengan tanjakan terjal. 

Keberadaan situs ini ditandai oleh pohon kepuh (Sterculia foetida) raksasa yang tumbuh di atas struktur batu, sekaligus berfungsi sebagai penanda geografis alami.

Di lokasi tersebut, ditemukan berbagai pecahan batu kapur simetris yang sebagian telah tertutup lumut. Bongkahan batu ini menampilkan pahatan relief manusia, ornamen bangunan suci, serta fragmen arca yang diidentifikasi sebagai Dewa Siwa. Temuan tersebut menjadi indikator kuat mengenai signifikansi situs dalam konteks sejarah keagamaan dan kebudayaan masa lalu.

Pemerhati sejarah, Suyono Sastroredjo Hadiwidjojo, menduga situs ini dibangun pada masa pemerintahan Mpu Sindok dari Kerajaan Medang (Mataram Kuno). Era ini menandai perpindahan pusat kekuasaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.

"Temuan arca Siwa dan posisi situs yang berada di jalur perpindahan Kerajaan Medang menguatkan dugaan bahwa situs ini terkait dengan tradisi Hindu-Siwa pada abad ke-10," ujar Suyono pada Sabtu (14/02/2026).

Reruntuhan diperkirakan mencakup area seluas 10 meter persegi. Struktur bangunan bertingkat tersebut mengalami kerusakan akibat desakan akar pohon kepuh, sebuah pola kerusakan yang serupa dengan kondisi Candi Lor di Kabupaten Nganjuk. 

Suyono menilai situs ini berpotensi menjadi candi tertua dan terbesar di Ngawi, sehingga memerlukan ekskavasi arkeologis untuk mengungkap struktur aslinya secara utuh.

Menanggapi penemuan ini, Sekretaris Kecamatan Karanganyar, Putut Yuliarto, menyatakan akan segera melakukan langkah pengamanan. Pihaknya berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi untuk penelitian lanjutan.

"Saat ini prioritas kami adalah mengamankan situs agar tidak terjadi penjarahan sebelum penelitian resmi dilakukan," tegas Putut.

Penemuan Situs Selo Pinanjer kini menjadi pusat perhatian masyarakat. Selain membuka peluang bagi penelitian sejarah, penemuan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan pariwisata budaya di wilayah Kabupaten Ngawi. (**) 

Sumber: www.beritasatu.com

Penulis: PaskalisArakat, Mahasiswa Magang Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow