Terjadi Lagi, Siswa SD di Banyuwangi Dikeroyok Teman Sekelas

Korban sempat melawan, karena kalah jumlah korban akhirnya terkapar. Bukannya berhenti, teman-teman korban justru makin brutal. Korban diinjak-injak.

22 Nov 2023 - 15:30
Terjadi Lagi, Siswa SD di Banyuwangi Dikeroyok Teman Sekelas
Ilustrasi pengeroyokan (Foto : Tiwa/SJP)

Kabupaten Banyuwangi, SJP - Aksi perundungan kembali terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Kali ini siswa kelas VI di salah satu sekolah di Kecamatan Giri berinisal G (12) yang menjadi korban.

Anak berstatus yatim ini dikeroyok oleh empat temannya. Akibat insiden itu ia mengalami luka dan trauma. 

Aksi pengeroyokan itu sempat direkam oleh salah satu teman korban. Videonya kemudian tersebar luas melalui media sosial dan menjadi trending pada Selasa (21/11/2023) malam. 

Dalam video berdurasi 49 detik itu, terlihat korban dipegangi oleh salah satu siswa. Ia kemudian dihajar beramai-ramai. 

Korban sempat melawan, karena kalah jumlah korban akhirnya terkapar. Bukannya berhenti, teman-teman korban justru makin brutal. Korban diinjak-injak.

Informasi yang dihimpun di lapangan, insiden tersebut terjadi sekira pukul 09.00 WIB. Kala itu, para siswa ditinggalkan wali kelas. Sehingga, mereka tidak ada yang mengawasi. 

Insiden ini pun telah mendapat atensi dari pihak sekolah. Pihak sekolah memanggil keempat wali murid yang anaknya terlibat. Termasuk, orang tua korban.

Mediasi disaksikan Kapolsek dan Camat Giri. Termasuk, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi. Mediasi berlangsung di sekolah, pada Rabu (22/11/2023).

Proses mediasi berlangsung tertutup, berlangsung hampir 2 jam. Hasilnya, pihak korban dan wali murid sepakat berdamai.

"Ini kejadian yang melibatkan anak-anak di bawah umur. Tadi, sudah kami mediasi. Hasilnya, semua memahami dan pihak sekolah akan bertanggungjawab terhadap Kesehatan korban," kata Kapolsek Giri AKP Endro Abrianto usai mediasi, Rabu (22/11/2023) siang.

Pihaknya memberikan teguran kepada pihak sekolah agar lebih ketat mengawasi anak didik. Artinya, kelas tidak boleh dibiarkan kosong. Sehingga, para siswa tidak bisa berbuat semaunya.

"Ini jadi pembelajaran dan harus kejadian terakhir. Jangan sampai terulang lagi," tegas Camat Giri Joko Kuncoro. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow