Fluktuasi Harga Daging di Kota Batu Jelang dan Usai Lebaran, Daya Beli Masyarakat Meningkat Tajam
Berdasarkan dari data yang dihimpun, lonjakan daya beli masyarakat terjadi signifikan mulai tiga hari sebelum Lebaran hingga satu hari setelahnya. Dalam periode tersebut, permintaan terhadap daging ayam dan sapi meningkat tajam, seiring dengan tradisi masyarakat yang menyiapkan hidangan spesial untuk merayakan Idul fitri bersama keluarga.
KOT ABATU, SJP – Momen Lebaran selalu identik dengan lonjakan permintaan bahan pangan, termasuk daging sapi dan daging ayam. Hal ini juga dirasakan para pedagang di Pasar Among Tani, Kota Batu, yang mencatat adanya fluktuasi harga daging selama masa pra dan pasca Lebaran 2025.
Berdasarkan dari data yang dihimpun, lonjakan daya beli masyarakat terjadi signifikan mulai tiga hari sebelum Lebaran hingga satu hari setelahnya.
Dalam periode tersebut, permintaan terhadap daging ayam dan sapi meningkat tajam, seiring dengan tradisi masyarakat yang menyiapkan hidangan spesial untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.
Menurut Tatik salah seorang pedagang daging ayam pada Selasa (8/4/2025) menegaskan, harga daging ayam ras mulai mengalami kenaikan sejak sepekan menjelang Lebaran.
"Awalnya harga ayam ras sekitar Rp 30 ribu per kilogram, lalu naik saat Lebaran menjadi Rp 34 ribu, dan saat ini, seminggu setelah Lebaran, harganya turun sedikit menjadi Rp 33 ribu per kilogram," jelasnya.
Sementara itu, daging ayam kampung juga mengalami pola yang serupa. Harga sepekan sebelum Lebaran berada di angka Rp 63 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 67 ribu saat Lebaran, lalu kembali normal menjadi Rp 63 ribu per kilogram satu minggu setelah Lebaran.
Kondisi berbeda dialami oleh pedagang daging sapi. Erna, salah satu pedagang daging sapi di pasar yang sama, menyebutkan bahwa harga daging sapi sempat naik dari Rp 121 ribu per kilogram sepekan sebelum Lebaran menjadi Rp 124 ribu saat Lebaran. Namun, pasca Lebaran justru terjadi penurunan tajam hingga menyentuh angka Rp 119 ribu per kilogram.
"Kenaikannya tidak terlalu tinggi, tapi penurunan setelah Lebaran cukup terasa. Permintaan masyarakat memang tinggi saat menjelang dan saat Lebaran, tapi setelah itu menurun drastis," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

