Lesu di Tengah Libur Panjang, Okupansi Hotel di Kota Batu Capai Titik Terendah 34 Persen

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto pada Selasa (8/4/2025)) membenarkan bahwa secara umum tingkat okupansi hotel selama libur Idul Fitri kali ini tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Rata-rata okupansi harian secara keseluruhan tercatat di angka 40,21 persen.

08 Apr 2025 - 19:32
Lesu di Tengah Libur Panjang, Okupansi Hotel di Kota Batu Capai Titik Terendah 34 Persen
Ilustrasi kunjungan wisatawan di Hotel Kota Batu (dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Meski libur Lebaran 2025 berlangsung cukup panjang, tingkat keterisian kamar hotel di Kota Batu belum sepenuhnya menggembirakan.

Data Dinas Pariwisata Kota Batu mencatat, salah satu hotel hanya mampu mencatatkan okupansi rata-rata 34,21 persen selama periode 22 Maret hingga 6 April 2025.

Angka tersebut berasal dari Hotel Golden Tulip, yang hanya menjual 1.334 kamar dari total kapasitas yang tersedia sepanjang periode pemantauan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto pada Selasa (8/4/2025)) membenarkan, bahwa secara umum tingkat okupansi hotel selama libur Idulfitri kali ini tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Rata-rata okupansi harian secara keseluruhan tercatat di angka 40,21 persen.

“Pola pergerakan wisatawan tahun ini memilih untuk tidak bepergian jauh atau menginap lama karena faktor pengeluaran yang sudah cukup besar di libur Nataru. Ini berdampak langsung pada okupansi hotel-hotel di Kota Batu,” jelas Onny.

Menurutnya, salah satu faktor utama lesunya okupansi ini adalah jarak antara musim libur Natal-Tahun Baru (Nataru) dan Lebaran yang terlalu dekat, sehingga banyak masyarakat sudah menghabiskan bujet liburannya di akhir tahun.

Meski begitu, beberapa hotel masih mencatatkan performa relatif baik. Hotel Senyum World menjadi yang tertinggi dengan 2.212 kamar terjual dan rerata okupansi 65,27 persen, disusul Aston Inn dengan 74,70 persen dari total kapasitas.

Di bawahnya, terdapat hotel Horison Trunojoyo dengan okupansi sebesar 65,68 persen dan hotel Klub Bunga Theme Park dengan keterisian 49,78 persen.

"Dengan data yang baru masuk sebesar 84,65 persen dari total 90 hotel yang dipantau, angka okupansi ini masih bisa berubah," imbuhnya.

Sementara itu Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, turut mengomentari kondisi ini. Ia menyebut bahwa para pelaku usaha perhotelan tidak menaikkan harga kamar selama Lebaran, bahkan banyak yang memberikan promo khusus, namun tetap tidak mampu mendorong angka keterisian secara maksimal.

“Hotel-hotel di Batu tahun ini tidak menaikkan tarif sama sekali, tetapi minat menginap tetap tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Sujud.

Ia menambahkan, tren wisata saat ini lebih condong pada kunjungan harian (one-day trip) tanpa menginap, yang menyebabkan okupansi hotel tidak mengalami lonjakan signifikan meski kunjungan destinasi wisata tetap tinggi. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow