Fitur Live TikTok Non Aktif, Omzet Pedagang Online di Mojokerto dan Jombang Anjlok
Fitur itu tiba-tiba tidak bisa diakses sejak Sabtu (30/08/2025) malam. Awalnya ia hanya mengira disebabkan pengaruh jaringan internet. Namun, hingga Senin (1/9/2025) ponselnya tetap tak bisa mengakses fitur itu.
MOJOKERTO, SJP - Keputusan TikTok mematikan sementara fitur live aplikasi berdampak serius pada pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) di berbagai daerah. Omzet pedagang menurun karena fitur live ini merupakan media yang efektif untuk promosi produk.
Seperti yang dialami oleh Efendi (39), pedagang gerabah asal Jombang. Sehari-hari, bapak satu anak itu bergantung pada fitur live tiktok yang menurutnya sangat efektif untuk memberikan detail produk yang ia jual.
Ia mengaku fitur itu tiba-tiba tidak bisa diakses sejak Sabtu (30/08/2025) malam. Awalnya ia hanya mengira disebabkan pengaruh jaringan internet. Namun, hingga Senin (1/9/2025) ponselnya tetap tak bisa mengakses fitur itu.
"Awalnya saya kira jaringan, bahkan akun saya kena hack, ternyata sampai saat ini tidak bisa," kata Fendi saat ditemui, Senin (1/9/2025).
Ia mengaku omzetnya mengalami penurunan meski tak signifikan. Saat ini ia hanya mendandalkan aplikasi shopee dan facebook.
"Ya menurun, meski tidak banyak, biasanya sehari dapat Rp200 ribu, sekarang hanya Rp100ribuan. Mengandalkan shopee dan facebook," urainya.
Sementara, penjual di Mojokerto, Eka Agustin (34) juga mengalami hal serupa. Bahkan ia mengaku hanya mengandalkan TikTok live sebagai satu-satunya media pemasaran.
Awalnya, ia mengira ponsel miliknya error. Eka sempat mencoba memulai ulang (restart) ponselnya beberapa kali. Namun saat mencari informasi dari berbagai sumber, ternyata memang fitur live TikTok sedang tidak aktif untuk sementara waktu lantaran ada aksi demonstrasi.
"Gara-gara demo. Kan banyak di beberapa daerah itu ada demo. Efeknya ke kita ini yang lagi dagang. Ga bisa nyari makan untuk sementara," keluh Eka.
Untuk diketahui, TikTok menyatakan keputusan menonaktifkan fitur siaran langsung atau live di karena TikTok melihat meningkatnya eskalasi kekerasan dalam unjuk rasa yang berlangsung di berbagai daerah. Pihak TikTok mengaku mematikan fitur live secara sukarela oleh perusahaan TikTok, tanpa intervensi dari pemerintah Indonesia. Hingga kini belum diketahui sampai kapan fitur live TikTok ini akan kembali normal untuk diakses. (*)
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

