Waktu Terbaik Makan Buah, Antara Mitos dan Fakta

Meski manfaat buah untuk kesehatan tak terbantahkan, banyak mitor berkeliaran tentang waktu terbaik untuk konsumsinya.

08 Oct 2023 - 09:15
Waktu Terbaik Makan Buah, Antara Mitos dan Fakta
Meski makan buah baik untuk kesehatan, waktu yang tepat perlu diketahui (Foto: freepik)

Meski manfaat buah untuk kesehatan tak terbantahkan, banyak mitor berkeliaran tentang waktu terbaik untuk konsumsinya.

Berbagai sumber mengklaim bahwa orang bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih baik dari buah jika mereka memakannya di sore hari, dengan perut kosong. Atau jika mereka menghindari makan buah bersama dengan makanan tertentu. 

Berikut adalah mitos terkait kapan harus makan buah, bersama cara mengatur waktu asupan buah untuk menurunkan berat badan dan hubungannya dengan penyakit diabetes.

Mitos: Sore adalah waktu terbaik untuk makan buah

Buah adalah pilihan yang sangat baik untuk camilan sore. Beberapa sumber menyatakan bahwa makan buah di sore hari dapat memberikan manfaat kesehatan lebih daripada makan buah di pagi hari. Yang lain mengatakan berbeda, mengklaim bahwa waktu terbaik adalah hal pertama di pagi hari dengan segelas air putih.

Namun, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa makan buah di pagi atau sore hari mempengaruhi kesehatan seseorang. Teori di balik makan buah di sore hari didasarkan pada gagasan bahwa makan camilan tinggi akan gula selama waktu itu dapat meningkatkan kadar gula darah dan 'membangunkan' sistem pencernaan.

Konon, saat memilih camilan sore, buah adalah pilihan yang sangat baik. Buah-buahan kaya serat dan karbohidrat kompleks, artinya mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna daripada karbohidrat sederhana, seperti roti putih. Ini dapat membantu membuat orang lebih kenyang lebih lama dan menghindari camilan tidak sehat di siang hari.

Mitos: Hindari makan buah sebelum tidur

Secara umum, makan penuh pada jam-jam sebelum tidur dapat mengganggu siklus tidur seseorang. Namun, saat ngemil di malam hari, buah lebih kecil kemungkinannya mengganggu tidur, dibandingkan dengan makanan lain, terutama makanan olahan. 

Menurut The National Sleep Foundation, makan makanan tertentu sebelum tidur bisa jadi mengganggu akibat proses pencernaan tubuh. Mereka merekomendasikan menghindari makanan dengan gula olahan sesaat sebelum tidur, karena dapat menyebabkan tingkat energi naik turun dengan cepat. Memilih buah segar bisa menjadi pilihan lebih baik. 

Mereka menambahkan bahwa makan pisang sebelum tidur memberikan kalium yang dapat mencegah kram kaki malam hari. Termasuk buah-buahan dengan magnesium yang lebih tinggi, seperti pisang raja, aprikot, atau kurma, juga dapat membantu relaksasi dan tidur yang lebih baik.

Mitos: Makan buah dengan perut kosong

Beberapa orang percaya bahwa makan buah dengan perut kosong memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar. Mitos ini telah dipopulerkan terutama melalui situs web dan rantai email. 

Idenya adalah bahwa makan buah dengan makanan memperlambat pencernaan, artinya makanan duduk di perut untuk waktu yang lama dan dapat membusuk atau memfermentasi. Teori mengatakan bahwa ini menyebabkan gas, kembung, dan ketidaknyamanan pencernaan.

Meskipun benar bahwa buah memperlambat pencernaan. Buah-buahan kaya serat, yang memperlambat perkembangan makanan melalui saluran pencernaan ini bukan hal yang buruk. Serat adalah bagian penting dari semua diet dan meningkatkan kesehatan usus. 

Pencernaan yang lambat juga membantu seseorang merasa kenyang lebih lama. Bahkan jika buah tetap berada di perut untuk waktu yang tidak biasa, buah tidak akan memiliki kesempatan untuk membusuk karena kemampuan lambung untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang berlebihan. Kebanyakan mikroorganisme tidak mampu tumbuh dalam keasaman lambung.

Mitos: Diabetes dan buah terpisah dari makanan

Mitos lain menyatakan bahwa waktu terbaik bagi penderita diabetes untuk makan buah adalah 1-2 jam sebelum atau setelah makan. 

Mitos ini didasarkan pada gagasan, seperti yang dibahas sebelumnya, bahwa makan buah dengan makanan dapat mengganggu pencernaan, dan bahwa hal ini terutama dapat memengaruhi penderita diabetes, karena masalah pencernaan yang sering terjadi.

Pertama, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa makan buah yang terpisah dari makanan akan meningkatkan pencernaan. Kedua, bagi seseorang dengan diabetes, makan buah saja dapat menyebabkan gula memasuki aliran darah lebih cepat, berpotensi meningkatkan gula darah lebih banyak daripada saat makan buah dengan makanan lain.

Daripada mengonsumsi buah-buahan secara terpisah, seseorang dengan diabetes dapat mengambil manfaat dari memasangkan buah-buahan dengan makanan lain yang tinggi protein, serat, atau lemak.

Penelitian juga menunjukkan bahwa serat larut dapat mengurangi kenaikan gula darah, yang bisa sangat bermanfaat bagi penderita diabetes. Selain itu, menikmati sepotong buah sebelum makan dapat membantu mencegah makan berlebihan, karena membantu rasa cepat kenyang. (**)

Editor: Noordin Djihad
Sumber: Berbagai Sumber

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow