Festival Domba Pasuruan 2025 Meriah, Bupati Usul Jadi Agenda Tahunan

Festival Domba Pasuruan 2025 sukses besar. Hadiah total Rp16 juta dibagikan, bahkan seekor domba juara terjual Rp32 juta kepada peternak dari Yogyakarta.

11 Aug 2025 - 12:25
Festival Domba Pasuruan 2025 Meriah, Bupati Usul Jadi Agenda Tahunan
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo memeriksa kondisi domba peserta Festival Domba Pasuruan 2025. Acara ini diikuti ratusan peternak dari berbagai daerah dan memperebutkan hadiah utama Rp16 juta. (Foto: Istimewa)

PASURUAN, SJP — Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung suksesnya Festival Domba Kelas Terbuka Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Pasuruan 2025 di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen.

Acara perdana yang digelar Ahad (10/8/2025) di Wanawisata Hutan Cempaka tersebut diikuti ratusan peserta, memperebutkan hadiah total Rp16 juta dalam bentuk uang pembinaan, trofi, dan sertifikat.

Bupati yang karib disapa Mas Rusdi itu berharap festival ini dijadikan agenda tahunan dengan konsep lebih meriah, kategori lomba diperluas, serta hadiah lebih besar untuk meningkatkan partisipasi peternak dari berbagai daerah.

“Terima kasih kepada panitia, dinas, dan semua pihak yang mendukung festival ini. Tahun depan harus diagendakan lebih meriah, hadiahnya lebih banyak, kategorinya juga diperluas,” ujarnya sambil tersenyum.

Mas Rusdi menilai, lomba ini memberi dua manfaat, yaitu menarik minat masyarakat untuk beternak sekaligus membuktikan bahwa usaha ternak domba memiliki prospek bisnis menjanjikan dan sejalan program ketahanan pangan nasional.

“Jadikan kompetisi ini daya tarik masyarakat untuk beternak. Beternak itu menyenangkan, mudah, menguntungkan. Apalagi Kabupaten Pasuruan termasuk wilayah dengan populasi peternakan cukup tinggi,” tegasnya.

Kepala Dinas Peternakan drh. Ainur Alfiyah menyebut, tujuan festival yaitu memotivasi peternak agar menghasilkan bibit ternak berkualitas, meningkatkan nilai jual, sekaligus memberi penghargaan bagi peternak berprestasi di Kabupaten Pasuruan.

Kabupaten Pasuruan memiliki populasi domba mencapai 65.503 ekor. Data ini menunjukkan potensi besar sektor peternakan untuk terus dikembangkan melalui kompetisi dan promosi bibit unggul hasil budidaya peternak lokal.

Festival diikuti lebih dari 160 kontestan, tidak hanya dari Pasuruan tetapi juga dari Blitar, Sidoarjo, Gresik, Jember, Banyuwangi, hingga peserta luar provinsi seperti Semarang, Yogyakarta, dan Wonosobo.

Lomba terbagi dua kategori, yakni Non Crossing/Non Impor dan Kategori Spesial. Subkategori mencakup kelas Non Poel, Poel 1–2, Poel 3–4 jantan-betina, kelas Bebas Ekstrim, dan Cempe Unik Bebas.

Penilaian dilakukan berdasarkan bobot domba. Hewan dengan berat terbesar berpeluang menjadi juara. Kontestan dari Blitar memenangi kelas Bebas Ekstrem. Sementara kelas Poel 3–4 dimenangi peserta dari Semarang.

Menariknya, domba dari Kecamatan Pasrepan juara kelas Poel 1–2 betina Non Crossing laku ditawar peternak Yogyakarta seharga Rp32 juta, membuktikan beternak domba bisa menguntungkan seperti disampaikan Mas Rusdi. (***)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow