Festival Budaya Spiritual Menjadi Momen Kebangkitan Kebudayaan Tanah Air

Festival Budaya Spiritual 2025 yang digelar di Kabupaten Tulungagung. Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam membangkitkan kembali semangat kebudayaan spiritual di tanah air.

13 Jul 2025 - 18:22
Festival Budaya Spiritual Menjadi Momen Kebangkitan Kebudayaan Tanah Air
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, menjajal permainan tradisional di Festival Budaya Spiritual 2025 di Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Festival Budaya Spiritual 2025 yang digelar di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 10 hingga13 Juli 2025 mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Kebudayaan.

Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam membangkitkan kembali semangat kebudayaan spiritual di tanah air.

Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

“Saya mewakili Menteri Kebudayaan, Pak Fadli Zon, mengucapkan terima kasih atas suksesnya acara Festival Budaya Spiritual. Pastinya, pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan akan terus berkomitmen mengawal segala kegiatan kebudayaan,” ujar Giring Ganesa saat memberikan sambutan.

Giring juga menekankan pentingnya peran kementerian sebagai jembatan pelestarian budaya nasional, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti festival budaya dan pagelaran seni adalah bagian penting dari upaya menjaga warisan budaya Indonesia.

“Kementerian Kebudayaan adalah garda terdepan dalam menjaga kebudayaan. Apalagi, para pelaku budaya akan mendapatkan dukungan untuk berbagai kegiatan melalui dana abadi kebudayaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival ini.

Menurutnya, kegiatan tersebut menggali nilai-nilai kehidupan yang tidak hanya bersumber dari agama, tetapi juga dari kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta tradisi masyarakat adat.

“Nilai-nilai luhur kehidupan tidak hanya bisa dipetik lewat agama, tetapi juga terdapat pada ajaran-ajaran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dipeluk para penghayatnya. Selain itu, juga tumbuh subur di dalam tradisi masyarakat adat di Indonesia,” jelas Restu.

Restu menambahkan bahwa Festival Budaya Spiritual 2025 tak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga memberikan edukasi kepada generasi muda, mendorong pertumbuhan UMKM, dan memperkuat pemahaman terhadap kekayaan budaya lokal, khususnya di Tulungagung.

“Terima kasih kepada Pemda Kabupaten Tulungagung atas kerja samanya hingga kegiatan ini berjalan dengan baik. Festival ini patut kita dukung sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap warisan budaya tanah air yang diwariskan secara turun-temurun,” ungkapnya.

Mengusung tema Yatra Tuk Jiwa, festival ini digelar di berbagai lokasi seperti Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Pendopo TB2KS, Museum Daerah, Makam Majan, dan kawasan Kanjengan di Kelurahan Kepatihan. Festival ini menjadi wadah ekspresi bagi masyarakat adat dan para penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME.

Restu menilai bahwa budaya spiritual adalah bagian penting dari kekayaan budaya nasional yang berakar dari kearifan lokal. Ia juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan media sosial dalam mempromosikan budaya Indonesia.

“Salah satu kekayaan tersebut berupa budaya spiritual, yaitu produk budaya yang berakar dari kearifan lokal dan merambah ke semua sektor warisan budaya, baik dalam bentuk seni pertunjukan, kemahiran tradisional, tradisi lisan, adat-istiadat, upacara dan lain sebagainya,” katanya.

Restu mencontohkan fenomena Jalur Pacu di Jambi yang viral di media sosial sebagai bentuk keberhasilan promosi budaya melalui platform digital.

“Saya rasa anak muda dapat manfaatkan media sosial dengan baik, seperti untuk mengenalkan tempat sejarah, candi, dan museum. Saya yakin cara itu akan membuat kebudayaan kita tetap bertahan dengan baik,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow