Fenomena Ubur-Ubur Serbu Perairan Probolinggo
Fenomena tahunan ubur-ubur memenuhi perairan Probolinggo, mengganggu aktivitas nelayan dan wisatawan, serta memicu imbauan kewaspadaan dari petugas setempat.
SUARAJATIMPOST.COM - Ribuan hingga jutaan ubur-ubur kembali terlihat memenuhi perairan utara Probolinggo, tepatnya di sekitar Pelabuhan Tanjung Tembaga dan Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Jawa Timur.
Fenomena yang terjadi hampir setiap tahun ini, diduga dipicu oleh peningkatan suhu air laut usai hujan malam di kawasan pesisir.
Menurut kesaksian warga dan nelayan setempat, ubur-ubur yang muncul kali ini terdiri dari berbagai warna, mulai dari putih, biru, hingga yang bercorak kecokelatan. Jenis berwarna putih terlihat mendominasi di antara kawanan tersebut.
Ubur ubur tersebut tidak dianggap berbahaya, kehadiran ubur-ubur dalam jumlah besar cukup merepotkan para nelayan dan pemancing. Aktivitas mencari ikan pun terhambat karena ikan-ikan memilih menjauh dari area yang dipenuhi ubur-ubur.
"Ikan jadi susah ditangkap, mereka menghindari area yang banyak ubur-uburnya," keluh Rosi, seorang pemancing yang rutin beraktivitas di perairan tersebut.
Tak hanya nelayan, para wisatawan juga terdampak. Siti, seorang pengunjung di Pantai Mayangan, mengaku membatalkan rencananya untuk berenang bersama anak-anak karena khawatir terhadap sengatan ubur-ubur.
“Kami datang untuk bermain air, tapi melihat banyak ubur-ubur, saya jadi takut. Anak-anak pun saya larang turun ke laut,” ujarnya.
Petugas mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati. Meskipun ubur-ubur yang muncul tidak menyengat dengan parah, beberapa jenis tertentu terutama yang memiliki bintik hitam berpotensi menimbulkan iritasi, rasa gatal, bahkan infeksi kulit.
Masyarakat diimbau untuk menghindari berenang di area yang dipenuhi ubur-ubur, tidak menyentuh hewan tersebut secara langsung, dan segera membilas tubuh dengan air tawar jika terkena sengatan. Jika muncul gejala serius, disarankan untuk segera mencari bantuan medis.
Fenomena kemunculan ubur-ubur ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, tergantung kondisi cuaca yang masih labil. Meskipun demikian, masyarakat dan wisatawan tetap bisa menikmati panorama pantai Probolinggo dengan memperhatikan aspek keselamatan. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber : Beritasatu.com
What's Your Reaction?

