Kasus Truk Tangki BBM Terguling Terus Diselidiki, Ini Janji Kapolres Tulungagung Sebelum Pindah ke Malang

Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan, proses hukum perkara tersebut tidak akan berhenti meski dirinya akan segera dimutasi sebagai Kapolres Malang pada awal Januari 2026 mendatang.

01 Jan 2026 - 06:00
Kasus Truk Tangki BBM Terguling Terus Diselidiki, Ini Janji Kapolres Tulungagung Sebelum Pindah ke Malang
Dokumentasi proses evakuasi truk tangki BBM terguling di JLS Besuki, Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Penyelidikan kasus truk tangki bahan bakar minyak (BBM) yang terguling di Jalur Lintas Selatan (JLS) wilayah Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, pada akhir November 2025 lalu masih terus berlanjut.

Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan, proses hukum perkara tersebut tidak akan berhenti meski dirinya akan segera dimutasi sebagai Kapolres Malang pada awal Januari 2026 mendatang.

AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan bahwa pergantian pejabat di lingkungan Polri sama sekali tidak memengaruhi jalannya proses penyelidikan maupun penyidikan suatu perkara.

“Pergantian pejabat Polri tidak mempengaruhi proses tersebut. Mau saya pindah, siapapun pindah, itu tidak akan menjadi alasan proses ini berhenti. Tidak bisa,” tegasnya, Selasa (30/12/2025).

Ia menjelaskan, dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tidak ada ketentuan yang menyebutkan perkara dapat terhenti karena pergantian pejabat.

“Di KUHAP sudah diatur bahwa hentinya suatu perkara itu penentuannya karena hal-hal tertentu, misalnya tersangka meninggal dunia atau perkara selesai secara hukum. Jadi tidak ada bahwa pergantian pejabat mengakibatkan proses persidangan atau penyidikan berhenti,” ujarnya.

Kapolres memastikan, penyelidikan terhadap peristiwa truk tangki BBM yang terguling di Besuki akan terus berjalan hingga tuntas. Ia bahkan berharap sebelum serah terima jabatan (sertijab), sudah ada perkembangan signifikan yang dapat disampaikan kepada publik.

“Harapan saya sebelum saya sertijab nanti ada update yang bisa saya sampaikan. Jadi saya tidak meninggalkan ‘utang’ perkara ini,” kata AKBP Taat Resdi.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Ryo Pradana menjelaskan, pihaknya saat ini tengah mendalami keterlibatan sejumlah perusahaan yang diduga terkait dengan distribusi BBM dalam kasus tersebut.

“Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan ke seluruh perusahaan yang diduga terkait, di antaranya PT LBB, Ganani dan PT Tiga Jaya,” ungkap AKP Ryo.

Namun demikian, proses pemanggilan terhadap pihak perusahaan belum berjalan lancar. Menurutnya, dua kali pemanggilan tidak dihadiri, bahkan saat didatangi langsung ke alamat perusahaan, pihaknya tidak menemukan keberadaan yang bersangkutan.

“Terkait dua kali pemanggilan tidak menghadiri, kemudian saat kita datangi ke alamatnya juga tidak ada,” jelasnya.

AKP Ryo menambahkan, untuk meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan, penyidik masih menunggu hasil uji laboratorium BBM. Saat ini, terdapat beberapa sampel BBM yang telah dikirim ke laboratorium berbeda sebagai pembanding.

“Sampel BBM sudah kami kirim. Saat ini anggota saya masih di Jakarta untuk melakukan pemeriksaan, kebetulan laboratorium tutup sampai tanggal 31. Selain itu, Disperindag juga mengirim sampel ke Laboratorium Pertamina, hasilnya juga belum kami terima,” paparnya.

Ia menyebutkan, hasil laboratorium tersebut diperkirakan baru dapat diumumkan pada awal Januari 2026.

“Mungkin awal-awal Januari nanti akan kami umumkan kembali bagaimana hasil penyidikan berdasarkan hasil laboratorium tersebut,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kapolres Tulungagung menegaskan bahwa saat ini penyidik juga sedang melakukan pemeriksaan ahli dari Laboratorium Lemigas, di bawah Kementerian ESDM, untuk menjelaskan secara resmi hasil uji laboratorium yang telah dilakukan.

Hasil lab itu tidak bisa dianalisis sendiri oleh penyidik. Harus dijelaskan secara verbal oleh ahli. Seperti visum, maknanya harus diterangkan oleh ahli yang membuatnya,” jelas AKBP Taat Resdi.

Selain Lemigas, terdapat dua laboratorium lain yang terlibat dalam pemeriksaan sampel BBM, yakni Laboratorium Pertamina melalui Disperindag serta Laboratorium ITS. Namun hingga kini, hasil dari ketiga laboratorium tersebut belum sepenuhnya diterima oleh penyidik.

“Jadi ada tiga laboratorium, Lemigas, Laboratorium Pertamina, dan ITS. Hasilnya masih kami tunggu semuanya,” katanya.

Kapolres juga memastikan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara transparan dan berada di bawah pengawasan berlapis, termasuk dari Propam Polres Tulungagung, Propam Polda Jawa Timur, serta Ditreskrimsus Polda Jatim.

“Perkembangan perkara ini selalu kami laporkan dan dikoordinasikan dengan Polda Jatim. Kami selalu mendapat supervisi dan arahan langkah-langkah penyidikan,” tegasnya.

Ia pun meminta peran aktif media dan masyarakat untuk terus mengawal jalannya proses hukum tersebut.

“Saya justru mohon rekan-rekan wartawan terus menanyakan perkembangan perkara ini, supaya masyarakat bisa mengawal secara transparan. Kami tidak akan menutup-nutupi apapun,” pungkas AKBP Muhammad Taat Resdi. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow