Erupsi Semeru Pagi Ini, PVMBG Tegaskan Larangan Aktivitas di Sejumlah Zona Rawan

PVMBG menegaskan larangan aktivitas di sejumlah zona rawan Gunung Semeru setelah erupsi pagi ini. Status masih Siaga, warga diminta patuhi radius bahaya.

10 Jan 2026 - 05:45
Erupsi Semeru Pagi Ini, PVMBG Tegaskan Larangan Aktivitas di Sejumlah Zona Rawan
Erupsi Gunung Semeru, PVMBG larang aktivitas di zona rawan demi keselamatan warga. (Foto: PVMBG)

LUMAJANG, SJP — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menegaskan larangan aktivitas masyarakat di kawasan rawan Gunung Semeru menyusul erupsi yang terjadi pada Sabtu (10/1/2026) pukul 05.01 WIB. Penegasan ini disampaikan di tengah meningkatnya kewaspadaan publik setelah aktivitas seismik yang tercatat di wilayah Jawa Timur sehari sebelumnya.

Berdasarkan laporan resmi PVMBG, erupsi Semeru menghasilkan kolom abu setinggi ± 80 meter di atas puncak atau sekitar 3.756 meter di atas permukaan laut, dengan abu berwarna kelabu berintensitas tebal yang condong ke arah timur laut dan timur. Aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi sekitar 2 menit 6 detik.

PVMBG menegaskan bahwa Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga) sehingga masyarakat dan seluruh bentuk aktivitas manusia dilarang berada di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak. Selain itu, area dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru harus steril dari aktivitas karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Larangan serupa juga berlaku di sepanjang alur sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, khususnya Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungainya. Wilayah-wilayah tersebut berpotensi dilanda awan panas guguran, aliran lava, dan lahar, terutama saat intensitas hujan meningkat.

PVMBG mengingatkan, kepatuhan terhadap larangan aktivitas ini menjadi faktor kunci dalam mencegah korban jiwa, mengingat karakter erupsi Semeru yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan dampak kerusakan maupun korban jiwa, dan pemantauan intensif masih terus dilakukan oleh petugas di Pos Pengamatan Gunung Api Semeru.(**)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow