Empat Kecamatan di Sampang Jadi Kontributor Banjir di Wilayah Kota

Selain karena kiriman air dari empat kecamatan itu, ketinggian permukaan laut juga kerap jadi faktor pemicu banjir di wilayah kota Sampang

23 Jan 2025 - 14:03
Empat Kecamatan di Sampang Jadi Kontributor Banjir di Wilayah Kota
Kalaksa BPBD Sampang, Candra Rhomadani Amin sedang memeriksa kendaraan operasional (Fadil/SJP)

SAMPANG, SJP – Setelah meluapnya Sungai Blega, Kabupaten Bangkalan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang melakukan langkah antisipasi banjir. Seperti melakukan pengecekan armada dan persiapan personel.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang, Candra Rhomadani Amin mengatakan, guna melakukan deteksi dini bencana banjir, pihaknya melakukan pengecekan di early warning system (EWS) secara online.

"Jadi kami menyiapkan alat EWS di Moktesareh, Kecamatan Kedungdung," jelasnya, Kamis (23/1/2025).

Menurut Candra, EWS berfungsi mendeteksi ketinggian air. Ketika BPBD mendapatkan informasi ketinggian air di kawasan pantai utara (pantura), bisa segera mengetahui. Utamanya laporan dari daerah Kecamatan Karang Penang, Robatal, Kedungdung dan Omben.

"Jadi kalau ada hujan deras di empat kecamatan itu, kami langsung melakukan pengecekan informasi dari EWS itu. Karena alat ini memberikan laporan setiap menitnya," terangnya.

Jika EWS tersebut terdapat kendala dan lamban dalam memberikan informasi, maka petugas BPBD akan langsung melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

"Barangkali ada gangguan atau apa begitu. Tapi kalau normal, kami memantaunya dari EWS itu," ucapnya.

Candra menjelaskan, bila EWS dalam kondisi normal, maka ketinggian air hanya sampai 0. Namun ketika EWS sampai 5, maka bisa dinyatakan sudah dalam kondisi siaga 3.

"Kemarin itu pada saat tanggal enam belas, itu hampir tujuh ketinggian air. Kalau sudah tujuh ini kategori siaga," ingatnya.

Ketika sudah siaga 2, berarti masyarakat sudah harus berhati-hati. Bila sudah siaga 1, masyarakat harus segera evakuasi barang-barang yang berharga untuk diamankan.

"Karena faktor banjir di Sampang ini karena luapan Sungai Kamoning. Sumber hulunya ada di Kecamatan Robatal dan Kecamatan Karang Penang," sebutnya.

Namun, meskipun air di titik-titik tersebut tinggi, belum tentu akan terjadi banjir di Sampang. Sebab, antara titik yang berada di atas dengan bawah masih ada jarak tempuh. Selain itu, juga karena faktor pasang surut air laut.

Namun ketika volumenya tinggi, otomatis kecepatan air tinggi dan akan menyebabkan banjir. Tetapi pada umumnya, banjir di Sampang terjadi sekitar bulan Juli dari tanggal 1 hingga tanggal 30

"Dan biasanya di bulan itu air laut pasang," imbuhnya.

EWS tersebut merupakan operasional dari BPBD Provinsi Jawa Timur. Sampang memiliki dua alat deteksi tersebut. Namun ada pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga salah satu akinya sempat hilang. Sehingga saat ini hanya tersisa satu EWS di Moktesareh. 

"Awalnya ada di Desa Daleman dan Banyumas. Akhirnya dilakukan pembinaan dan ditaruh di Moktesareh. Sekarang lebih aman. Karena dijaga langsung oleh Koramil Kedungdung," pungkasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow