Empat Hari Operasi Zebra 2025 di Kota Blitar, Teguran ke 900 Pelanggar Didominasi Pengendara di Bawah Umur
Empat hari pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 di Kota Blitar, polisi memberikan teguran kepada 900 pelanggar lalu lintas. Dari jumlah tersebut, Satlantas Polres Blitar Kota menyebut mayoritas pelanggaran didominasi pengendara dibawah umur.
KOTA BLITAR, SJP - Selama empat hari pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025, Satlantas Polres Blitar Kota telah memberikan teguran kepada 900 pelanggar lalu lintas.
Satlantas Polres Blitar Kota menyebut dari 900 pelanggar lalu lintas yang diberikan teguran itu didominasi pengendara di bawah umur atau masih berusia anak.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Blitar Kota Ipda Supriyadi mengatakan pengendara dibawah umur atau masih berusia anak menjadi salah satu prioritas penindakan yang dilakukan polisi selama pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025, mulai tanggal 17-30 November 2025.
"Lebih didominasi pengendara di bawah umur, dan kami juga masih menemukan pelanggaran lain, seperti kendaraan tidak sesuai spesifikasi dan lainnya," kata dia, Kamis (20/11/2025).
Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025, petugas lebih menekankan pada tindakan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
Sementara, tindakan berupa penilangan kepada pelanggar lalu lintas hanya sekitar 20 persen.
Ipda Supriyadi menyebut ada tujuh prioritas pelanggaran yang akan ditindak secara tegas.
Mulai dari, pengendara yang menggunakan HP, berboncengan lebih dari satu, pengendara di bawah umur, pengendara tidak menggunakan helm dan sabuk pengaman, pengendara yang melawan arus, dan berkendara lebih dari batas maksimal.
"Kami lebih menekankan pencegahan dengan memberikan sosialisasi dan teguran agar pengendara tertib dalam berlalu lintas," ujarnya.
Terpisah, Kanit Regident Satlantas Polres Blitar Kota, Ipda Anggit Purba Sukma menuturkan kegiatan sosialisasi yang dilakukan dengan membagi-bagikan cokelat kepada pengendara yang berhenti di simpang empat Lovi. Pembagian cokelat itu sebagai bentuk apresiasi kepada pengendara yang sudah tertib dalam berlalu lintas.
"Yang kami berikan cokelat tidak hanya yang tertib dalam berlalu lintas saja, tetapi juga bagi pengendara yang belum tertib. Intinya kami berikan teguran, supaya kedepan bisa tertib dalam berlalu lintas," imbuhnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

